London (beritajatim.com) – Manchester City akan menghadapi Crystal Palace di final Piala FA malam ini di Wembley Stadium, London. Laga ini menjadi harapan terakhir bagi The Citizens untuk menutup musim dengan trofi, setelah gagal di Premier League, Liga Champions, dan Piala Liga. Satu-satunya gelar yang telah diraih musim ini hanyalah Community Shield di awal musim.
City saat ini menempati posisi keenam klasemen Premier League dengan 65 poin dan masih terancam gagal finis di lima besar yang berarti absen dari Liga Champions musim depan. Situasi ini menjadikan final Piala FA semakin krusial sebagai pelipur lara tim asuhan Pep Guardiola.
“Kami sangat bangga bisa tampil di final Piala FA tiga musim beruntun. Menjuarainya akan sangat penting bagi tim ini (setelah semua yang terjadi sepanjang musim, Red),” ujar Guardiola kepada BBC.
City telah mengoleksi tujuh gelar Piala FA sepanjang sejarah klub. Namun, di antara anggota big six Premier League, mereka menjadi tim dengan koleksi trofi paling sedikit. Arsenal memimpin dengan 14 gelar, disusul Manchester United (13), dan Chelsea, Tottenham Hotspur, serta Liverpool yang masing-masing memiliki delapan. Kemenangan malam ini akan membuat City sejajar dalam koleksi gelar dengan empat raksasa lainnya.
Namun Crystal Palace bukan lawan yang bisa dianggap remeh. Dalam dua pertemuan di Premier League musim ini, Palace mencetak total empat gol ke gawang City. Pada matchweek ke-15, kedua tim bermain imbang 2-2 (7 Desember 2024), dan City hanya menang sekali dengan skor 5-2 pada matchweek ke-32 (12 April).
Palace sendiri belum pernah menjuarai Piala FA. Prestasi terbaik mereka adalah menjadi finalis di musim 1989–1990 dan 2015–2016. Tactician Palace, Oliver Glasner, menegaskan bahwa motivasi timnya sangat tinggi untuk menorehkan sejarah.
“Di sepak bola, semua bisa terjadi. Gelar Piala FA kali ini lebih terasa menakjubkan bagi Palace ketimbang City yang terbiasa bergelimang gelar ketika bersama Guardiola,” ujar Glasner.
Perkiraan Susunan Pemain:
Crystal Palace (3-4-2-1): 1-Henderson (g); 26-Richards, 5-Lacroix, 6-Guehi (c); 12-Munoz, 19-Hughes, 20-Wharton, 3-Mitchell; 10-Eze, 7-Sarr; 14-Mateta
Pelatih: Oliver Glasner
Manchester City (4-2-3-1): 31-Ederson (g); 27-Nunes, 3-Ruben, 24-Gvardiol, 75-O’Reilly; 8-Kovacic, 20-Bernardo; 11-Doku, 17-De Bruyne (c), 7-Marmoush; 9-Haaland
Pelatih: Pep Guardiola
[dio/beq]






