Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar ajang tahunan bergengsi Rektor Cup yang resmi dibuka pada Rabu (15/5/2025) di UMM Dome. Tahun ini, kompetisi rutin tersebut tak sekadar menjadi ajang adu prestasi olahraga, tapi juga membawa misi baru untuk membangun kampus berdampak melalui pengembangan inovasi saintek mahasiswa.
Dengan mengusung tema “Impactful Campus for A Vibrant Future” dan slogan “Compete • Connect • Celebrate”, Rektor Cup 2025 menghadirkan 27 cabang lomba (cabor). Terbagi dalam dua kategori besar, yaitu 24 cabang olahraga minat dan bakat, 3 sisanya bidang penalaran.
Pertandingan pembuka menampilkan laga seru cabang basketball antara dua fakultas unggulan, yakni FISIP vs FEB. Laga ini digelar meriah di UMM Dome dihadiri ribuan mahasiswa sebagai simbol dimulainya rangkaian panjang kompetisi antarmahasiswa UMM.
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMM, Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc, menyampaikan bahwa Rektor Cup adalah program strategis dalam rangka pembinaan dan percepatan prestasi mahasiswa.
“Rektor Cup ini program rutin tahunan UMM. Tahun ini ada 27 cabor yang dilombakan. Sekitar 24 di antaranya cabang olahraga, dan sisanya bidang penalaran. Tapi yang berbeda dan spesial tahun ini, kami menyertakan kompetisi produk saintek mahasiswa,” jelasnya.
Kompetisi produk saintek yang dimaksud mencakup inovasi karya mahasiswa yang telah memasuki tahap hilirisasi. Produk unggulan tersebut akan dilombakan layaknya cabor lain, dan yang terpilih akan mendapat pendanaan langsung dari kampus.
“Setiap prestasi pasti kami hargai. Setiap pemenang tidak hanya diberi penghargaan, tapi juga pembinaan lanjutan dan dana pengembangan. Bahkan ada kemungkinan inovasi mereka dikembangkan lebih lanjut di sektor industri atau inkubasi kampus,” tambah Tatag.
Lebih dari sekadar ajang internal, Rektor Cup berfungsi sebagai sistem penyaringan atlet dan talenta unggul yang akan mewakili UMM dalam ajang olahraga tingkat provinsi hingga nasional seperti POMPROV dan POMNAS (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional).
“Mahasiswa yang juara di sini akan kami bina dan delegasikan ke ajang lebih tinggi. Bahkan kalau mereka berprestasi hingga nasional, kami konversikan prestasi itu ke dalam pengakuan SKS, bahkan bisa menggantikan skripsi,” terang Tatag.
Kebijakan konversi ini menjadi daya tarik tersendiri karena membuka ruang akademik yang lebih fleksibel bagi mahasiswa berprestasi. Prestasi mahasiswa UMM tak hanya berhenti di level nasional. Dalam ajang ASEAN University Games (AUG) yang baru saja digelar, atlet pencak silat UMM sukses menyumbangkan tiga medali emas untuk Indonesia.
Keseriusan UMM dalam membangun prestasi ini pun diakui secara nasional. Tahun ini, UMM ditunjuk oleh Direktorat Belmawa sebagai tuan rumah dua ajang nasional, yakni Kontes Kapal Indonesia dan Abdi Daya 2025. Rektor Cup 2025 menjadi bagian dari rangkaian besar menyambut event nasional tersebut.
Dengan partisipasi ribuan mahasiswa dari berbagai fakultas, Rektor Cup 2025 menjadi panggung kolaboratif yang menggairahkan. Selain pertandingan olahraga, kegiatan ini juga diramaikan kompetisi penalaran dan minat bakat yang terbuka untuk disaksikan masyarakat umum Malang.
“Rektor Cup ini terbuka kesempatannya untuk semua mahasiswa dan bisa juga disaksikan oleh masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa UMM bukan hanya kampus prestasi, tapi juga kampus yang memberi dampak nyata,” kata Tatag.
Melalui Rektor Cup 2025, UMM melahirkan atlet dan juara kompetisi yang mendorong tumbuhnya ekosistem inovasi yang terintegrasi dengan riset, pembinaan, dan pembiayaan. Seluruh pendekatan ini menjadi bagian dari transformasi menuju kampus berdampak kampus yang tak hanya mencetak lulusan, tetapi juga solusi. (dan/ian)






