Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, mencatatkan rekor yang tak biasa di musim Liga 1 2024/2025. Sosok asal Irlandia Utara ini menjadi pelatih dengan koleksi kartu terbanyak dalam satu musim kompetisi.
Sepanjang musim ini, Munster sudah menerima total lima kartu dari wasit: empat kartu kuning dan satu kartu merah. Catatan ini membuatnya menjadi salah satu pelatih yang paling sering absen dari bangku cadangan karena sanksi disipliner.
Empat kartu kuning tersebut diterima saat Persebaya menghadapi PSS Sleman, Madura United, dan Persis Solo. Sedangkan satu kartu merah didapatnya dalam laga terbaru melawan Semen Padang yang berlangsung pada Minggu (11/5/2025).
Insiden yang menyebabkan kartu merah terjadi di menit ke-90+2. Saat itu, official Semen Padang, FX Januar, menghalangi Catur Arif yang hendak melakukan lemparan ke dalam. Melihat hal tersebut, Paul Munster langsung keluar dari area bench dan menghampiri FX Januar. Adu argumen pun tak terelakkan, dan wasit utama Adham Mohammad menjatuhkan kartu merah untuk keduanya.
Akibat kartu merah ini, Munster dipastikan absen dalam dua laga sisa Persebaya musim ini, yakni melawan Borneo FC dan Bali United. Kedua pertandingan tersebut akan berlangsung di kandang, namun pelatih berusia 43 tahun itu tidak bisa memberikan instruksi langsung dari bench.
Meskipun demikian, sanksi resmi yang akan diterima Munster masih menunggu hasil sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Kepastian mengenai jumlah pertandingan yang harus dilewatkan pelatih berambut pirang ini baru akan diumumkan pada Rabu atau Kamis pekan ini.
“Soal Sidang Komdis masih menunggu hasil. Biasanya Rabu atau Kamis,” ungkap Jonathan, Media Official Persebaya, Selasa (13/5/2025).
Situasi ini tentu menjadi perhatian tersendiri bagi pendukung Persebaya, mengingat peran penting Paul Munster dalam strategi dan motivasi tim selama pertandingan. Meski demikian, manajemen tim dipastikan tetap memberikan dukungan penuh sambil menanti keputusan resmi dari pihak yang berwenang. [way/suf]






