Jakarta (beritajatim.com) – Kabar megejutkan datang dari Jorge Martin sang juara bertahan MotoGP. Rider asal Spanyol itu dikabarkan berniat meninggalkan Aprilia pada akhir musim 2025.
Keputusan ini didasari oleh klausul khusus dalam kontraknya yang memungkinkannya hengkang lebih awal jika gagal bersaing di papan atas klasemen hingga Grand Prix Prancis.
Informasi ini pertama kali diungkapkan oleh Motorsport. Menurut laporan tersebut, Martin menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan Aprilia pada GP Italia tahun lalu.
Namun, dalam versi kontrak yang diterima oleh Aprilia, terdapat klausul pelepasan yang bisa diaktifkan jika Martin tidak termasuk dalam jajaran pembalap teratas setelah GP Prancis di Le Mans pada Minggu (11/5/2025).
Sayangnya, musim ini menjadi mimpi buruk bagi pembalap asal Spanyol tersebut. Serangkaian cedera membuatnya absen di lima dari enam seri awal MotoGP 2025. Ia sama sekali belum mengumpulkan poin, dan kini menempati posisi terbawah klasemen.
Kondisi ini sangat kontras dengan ekspektasi tinggi ketika Martin dan Aprilia resmi bekerja sama tahun lalu. Bahkan, situasi ini berpotensi memicu kejutan besar di pasar pembalap, mengingat status Martin sebagai salah satu talenta terbaik saat ini.
Martin diketahui mengunjungi Le Mans secara diam-diam pada Jumat (9/5/2025) lalu dan mengadakan pertemuan tertutup dengan manajemen Aprilia. Dalam pertemuan tersebut, ia menyatakan niatnya untuk mengaktifkan klausul keluar tahun 2026.
Meski demikian, Aprilia tidak tinggal diam. Pabrikan asal Noale itu dikabarkan mempertimbangkan tindakan hukum, dengan alasan bahwa ketidakhadiran Martin akibat cedera membuat klausul tersebut tidak sah untuk diaktifkan.
Sumber menyebutkan bahwa Martin masih menunjukkan itikad baik dengan menawarkan perpanjangan masa evaluasi hingga GP San Marino pada pertengahan September mendatang.
Namun, Aprilia tetap bersikeras bahwa mereka memiliki hak untuk mempertahankan pembalapnya berdasarkan isi kontrak yang berlaku.
Kondisi ini semakin rumit karena Martin menilai performa motor RS-GP tidak sesuai dengan janji dan ekspektasi. Rekan setimnya, Marco Bezzecchi, belum pernah finis di podium musim ini, sementara pembalap Aprilia dengan peringkat tertinggi saat ini adalah rookie Ai Ogura dari tim satelit Trackhouse, yang berada di posisi ke-10 klasemen.
Sementara itu, opsi Martin untuk pindah tim juga terbatas karena banyak kursi tim pabrikan sudah terisi. Honda disebut sebagai kandidat paling masuk akal, mengingat kontrak Luca Marini akan habis akhir musim ini.
Namun, Honda belum menunjukkan langkah konkret, menunggu status Martin benar-benar bebas dari Aprilia.
Situasi ini menjadi salah satu titik panas dalam dinamika MotoGP 2025. Jika Martin benar-benar pergi, maka ini bisa menjadi salah satu perpisahan paling mengejutkan di era modern MotoGP. (faw/ted)






