Madiun (beritajatim.com) – Volume penumpang kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mengalami lonjakan signifikan selama libur panjang Hari Raya Waisak 2025. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menyebutkan bahwa sepanjang Sabtu (10/5/2025) hingga Senin (12/5/2025), total penumpang yang tiba di berbagai stasiun Daop 7 mencapai 22.620 orang, sementara jumlah keberangkatan sebanyak 20.198 penumpang.
“Untuk arus balik penumpang kereta api (KA) pada periode libur panjang Waisak akan terjadi mulai Senin (12/5) hingga Selasa (13/5), terutama menuju wilayah Jakarta, Bandung, Semarang, dan sekitarnya,” imbuh Zainul.
Puncak kedatangan dan keberangkatan terjadi pada Sabtu (10/5/2025), dengan 9.689 penumpang tiba dan 8.108 penumpang berangkat. Sehari setelahnya, Minggu (11/5/2025), angka naik-turun penumpang hampir seimbang, masing-masing 7.260 dan 7.977 orang. Sementara pada Senin (12/5/2025) hingga Selasa (13/5/2025), jumlah penumpang masih tercatat di kisaran 5 ribuan dan berpotensi meningkat seiring penjualan tiket yang terus berlangsung.
Zainul menambahkan bahwa tiket KA dari wilayah KAI Daop 7 Madiun masih tersedia untuk berbagai relasi dan kelas layanan. Penumpang yang tidak menemukan tiket sesuai tanggal yang diinginkan, disarankan menggunakan fitur connecting train di aplikasi Access by KAI.
Berikut ini lima stasiun dengan volume penumpang tertinggi selama periode libur panjang Waisak 2025, mulai Jumat (9/5/2025) hingga Senin (12/5/2025):
1. Stasiun Madiun: 10.903 penumpang naik, 12.069 penumpang turun
2. Stasiun Kediri: 3.738 penumpang naik, 3.941 penumpang turun
3. Stasiun Blitar: 2.380 penumpang naik, 3.055 penumpang turun
4. Stasiun Tulungagung: 2.049 penumpang naik, 2.601 penumpang turun
5. Stasiun Jombang: 2.025 penumpang naik, 2.452 penumpang turun
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan tiket secara mandiri melalui aplikasi Access by KAI, situs web kai.id, atau kanal penjualan resmi lainnya. Masyarakat juga diharapkan hadir lebih awal di stasiun, minimal 30 menit sebelum keberangkatan, untuk menghindari antrean dan memastikan proses boarding berjalan lancar,” pungkas Zainul. [fiq/aje]






