Lumajang (beritajatim.com) – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dilaporkan mengalami erupsi, Rabu (7/5/2025).
Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Semeru melaporkan, erupsi Gunung Semeru terjadi pada pukul 17.16 WIB. Kolom abu teramati membumbung setinggi 1 kilometer di atas puncak.
Erupsi itu menimbulkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dengan durasi 118 detik.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Rabu 07 Mei 2025, pukul 19.16 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati 1.000 meter di atas puncak,” terang Yadi Yuliandi dalam keterangan tertulis yang di terima, Rabu (7/5/2025) malam.
Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Yudhi Cahyono mengatakan, erupsi dengan jarak satu kilometer tersebut masih berada dalam jarak aman.
“Belum ada laporan dampak erupsi, ini masih dalam jarak aman, aktivitas masyarakat dilaporkan masih normal, tapi tetap harus waspada dan siaga bagi warga yang tinggal dan beraktivitas di lereng gunung,” katanya.
Status Gunung Semeru yang masih berada di level II (waspada) membuat masyarakat masih direkomendasikan untuk membatasi jarak aktivitas dengan menjauhi daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu di Gunung Semeru saat cuaca sedang buruk.
Pembatasan jarak bertujuan untuk mengantisipasi dan mewaspadai potensi munculnya awan panas dan guguran lava. Selain itu dikhawatirkan juga bisa berdampak terlanda banjir lahar Gunung Semeru yang muncul saat cuaca buruk.
“Harus tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru,” ungkapnya. (has/ian)






