Bondowoso (beritajatim.com) – Insiden dugaan arogansi oknum polisi terhadap sejumlah jurnalis saat proses evakuasi jenazah pendaki Gunung Saeng, Desa Sumberwaru, Kecamatan Binakal, Bondowoso, Minggu (4/5/2025), berbuntut panjang.
Para jurnalis melayangkan somasi kepada Polres Bondowoso dan Kompi 3 Batalyon B Brimob Bondowoso.
Somasi tersebut disampaikan oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Tapal Kuda bersama sejumlah jurnalis dari berbagai media.
Mereka mengecam tindakan penghalangan peliputan hingga intimidasi yang nyaris berujung kekerasan fisik dengan tongkat saat proses evakuasi berlangsung.
“Kami dilindungi undang-undang. Ini bentuk protes atas perbuatan tak terpuji itu. Tindakan itu jelas melanggar UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pasal 18 ayat (1),” ujar Riski Amirul Ahmad, perwakilan IJTI Tapal Kuda, Senin (5/5/2025).
Ia menegaskan bahwa pasal tersebut menyebutkan setiap orang yang dengan sengaja menghalangi tugas jurnalistik dapat dikenai pidana.
“Di momen hari kebebasan pers, justru kami mendapatkan intimidasi. Ini kemunduran keterbukaan informasi,” tegas kontributor RCTI itu.
Rizki Ardian, jurnalis SuaraJatimPos.com, mengaku bersama sejumlah jurnalis lainnya sudah berada di jalur evakuasi sejauh 200 meter dari Pos Kesehatan Desa Sumberwaru. Namun tiba-tiba mereka dilarang mengambil foto dan video tanpa penjelasan yang jelas.
“Ada teman-teman media dari berbagai platform. Kami butuh dokumentasi untuk berita. Bahkan tim Basarnas pun dilarang mengambil gambar,” akunya.
Di sisi lain, fotografer dari Polres dibiarkan ambil gambar. “Ini sangat diskriminatif dan bentuk nyata penghalangan kerja jurnalistik,” sergahnya.
Ia juga menyebut, saat itu paket jenazah sudah tertutup dan tidak dalam kondisi yang melanggar etika pemberitaan.
“Kami tiga hari berada di lokasi. Harapannya, Kapolres memberi pembinaan pada anggotanya,” imbuhnya.
Wakapolres Bondowoso, Kompol I Gede Suartika, menyampaikan permohonan maaf secara institusional atas kejadian tersebut. Ia berjanji akan melakukan evaluasi internal.
“Kami secara instansi meminta maaf atas insiden itu. Secara internal akan dilakukan evaluasi dan kami menjamin kejadian serupa tidak akan terulang,” tegasnya. (awi/ted)






