Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, meninjau kesiapan menghadapi kegiatan flushing dari Waduk Wlingi dan Lodoyo. Peninjauan dilakukan dengan menyusuri aliran Sungai Brantas untuk memastikan kesiapan personel.
“Siang ini saya bersama BPBD, TNI, dan lainnya melakukan pengecekan Sungai Brantas. Ini karena adanya kegiatan flushing dari Waduk Wlingi dan Lodoyo,” ujarnya.
Mbak Wali menjelaskan bahwa kegiatan flushing ini berdampak pada peningkatan volume, debit, dan kekeruhan air Sungai Brantas. Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat banyak warga yang antusias mencari ikan di sungai tanpa memperhatikan keselamatan.
“Kami imbau masyarakat untuk waspada. Ini untuk menghindari hal-hal yang berbahaya. Mengantisipasi ini BPBD telah menyiapkan berbagai peralatan yang diperlukan,” jelasnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, menyampaikan bahwa ada sejumlah titik rawan yang menjadi perhatian karena biasanya dipadati masyarakat saat flushing, yaitu di sekitar Jembatan Lama, belakang Ramayana, belakang Masjid Agung, dan sekitar Semampir.
BPBD telah menyiagakan 12 personel, terdiri dari enam anggota TNI serta gabungan personel dari PMI dan Baznas Kota Kediri, yang akan menyisir area rawan saat aliran flushing tiba di wilayah Kota Kediri.
“Kita juga sudah memberi imbauan kepada masyarakat dan penyedia jasa penyebrangan agar menghentikan aktivitas apabila mulai terjadi kenaikan debit air. Kita juga sediakan posko di sini selama flushing berlangsung,” imbuhnya. [nm/aje]






