Surabaya (beritajatim.com) – Ada kabar penting bagi para orang tua dan calon siswa di Jawa Timur! Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 untuk jenjang SMA mengalami perubahan signifikan, terutama pada jalur domisili.
Kini, nilai akademik menjadi faktor utama dalam seleksi, menggantikan jarak rumah ke sekolah yang selama ini jadi prioritas.
Prioritas Seleksi Jalur Domisili SMA 2025
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa dalam SPMB 2025, jalur domisili SMA akan menilai nilai akademik terlebih dahulu.
Jika ada siswa dengan nilai sama, barulah jarak rumah ke sekolah diperhitungkan. Jika tetap imbang, pertimbangan berikutnya adalah usia calon murid dan terakhir waktu pendaftaran.
“Tahun ini, kebijakan dari pemerintah pusat mengutamakan nilai akademik dalam jalur domisili. Jarak baru dipertimbangkan kalau nilai sama,” ujar Aries, Senin (28/4/2025).
Bagaimana Perhitungan Nilai Akademik di SPMB 2025?
Untuk menentukan nilai akademik, panitia SPMB akan menghitung:
– 60% dari nilai rata-rata rapor SMP/MTs semester 1 hingga 5.
– 40% dari Indeks Sekolah, yaitu rerata prestasi alumni sekolah asal yang lolos SMA/SMK Negeri di Jawa Timur.
Berbeda dari tahun lalu yang menambahkan akreditasi sekolah, kini hanya dua komponen itu yang jadi acuan utama.
Kuota Jalur Domisili dan Jalur Lainnya di SMA
Mengacu pada Permendikdasmen No. 3 Tahun 2025, pembagian kuota SPMB jenjang SMA di Jawa Timur adalah:
– Domisili SMA: 35% (20% reguler, 15% sebaran)
– Afirmasi: Minimal 30%
– Prestasi Akademik: Minimal 30%
– Mutasi: Maksimal 5%
– Prestasi Lomba: 5%
Sementara untuk SMK, jalur domisili tetap mempertimbangkan jarak sebagai faktor utama, dengan kuota 10%.
Sosialisasi dan Penyesuaian Rayon Sekolah
Dinas Pendidikan Jatim juga menggelar lima gelombang sosialisasi ke seluruh cabang dinas, dinas kabupaten/kota, dan Kantor Kemenag.
Saat ini, penentuan rayonisasi baru untuk jalur domisili sedang berlangsung, dengan target finalisasi pada awal Mei 2025.
“Kami perbaiki rayonisasi agar desa yang dekat sekolah tidak tertinggal dari jalur domisili,” tambah Kepala UPT TIKP Dindik Jatim, Mustakim.
Kenapa Perubahan Ini Penting?
Banyak masyarakat masih mengira bahwa jarak tetap menjadi penentu utama masuk SMA negeri. Padahal di 2025 ini, nilai akademik yang menjadi kunci. Artinya, siswa dengan nilai bagus punya peluang lebih besar meski rumahnya agak jauh dari sekolah favorit.
Buat kamu yang mau daftar SMA Negeri di Jawa Timur lewat jalur domisili tahun ini, fokuslah pada nilai akademik. Pastikan nilai rapor konsisten bagus, karena itu yang akan membuka peluang lebih besar masuk ke sekolah impianmu. [ipl/ted]






