Jember (beritajatim.com) – Sekolah Sepak Bola Jember Football School (JFOS) Indonesia mempersoalkan pencalonan Denny Ariyanto menjadi anggota Komite Eksekutif (Exco) Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Kabupaten Jember, Jawa Timur, 2025-2029.
Mila Wahyuningtyas, Ketua SSB JFos, menyerahkan surat banding terhadap pencalonan Denny itu kepada M. Rofik, anggota Komisi Banding, di kantor sekretariat Askab PSSI Jember, Jumat (25/4/2025).
“Ada syarat yang harus dipenuhi calon Exco, yakni memiliki integritas tinggi. Di dalam Statuta Pasal 33, yang berhak mencalonkan diri menjadi Exco adalah orang yang berintegritas,” kata Wahyuningtyas.
Denny adalah anggota Exco Askab PSSI Jember 2021-2025. Dia dinilai tidak cukup memiliki integritas, karena melanggar regulasi dalam pelaksanaan Piala Soeratin U13 Tahun 2024. “Jangan dikasih ruang untuk dipilih,” kata Wahyuningtyas.
Saat itu, menurut Wahyuningtyas, Denny mengizinkan penggunaan pemain berusia 12 tahun kendati regulasi tidak mengizinkannya. “Kepada kami (JFOS), beliau bilang regulasi harus ditegakkan. Tapi di sisi lain beliau malah melanggar,” katanya.
Selain itu, lanjut Wahyuningtyas, ada indikasi Denny melindungi klub lain yang melanggar regulasi tersebut. “Saat melakukan itu, beliau adalah pejabat yang berwenang yang seharusnya menegakkan regulasi,” katanya.
Wahyuiningtyas sebenarnya berharap Komisi Pemilihan sejak awal sudah mendiskualifikasi Denny. Apalagi, JFOS pernah melayangkan surat pada 13 November 2024 kepada Askab PSSI Jember soal dugaan manipulasi data pemain pada Piala Soeratin tersebut.
“Seharusnya itu dijadikan dasar. Tapi kok saat verifikasi kemarin yang bersangkutan (Denny) kok lolos,” kata Wahyuningtyas.
Wahyuningtyas berharap, dengan pelaporan ini, Komisi Pemilihan bisa lebih teliti. “Dengan dibantu Komisi Banding, Komisi Pemilihan bisa menganalisis kembali masalah integritas ini,” katanya.
Manipulasi data usia pemain dalam Piala Soeratin hanyalah puncak gunung es persoalan pembinaan sepak bola di Jember. “Banyak sekali masalah yang harus diselesaikan bersama. Tidak sedikit pelatih yang memanipulasi data di sistem,” kata Wahyuningtyas.
Wahyuningtyas percaya, persoalan ini harus diselesaikan dengan memilih Komisi Eksekutif Askab PSSI Jember yang bersih dan berintegritas. “Minimal kita mulai dari pejabatnya dulu,” katanya.
“Gayung bersambut ternyata di statuta juga mempersyaratkan itu. Orang yang mencalonkan diri jadi ketua, wakil ketua, dan anggota Exco, harus berintegritas tinggi,” kata Wahyuningtyas.
Wahyuningtyas yakin, penegakkan aturan ini akan menjadi titik balik pembinaan sepak bola di Jember menjadi lebih baik. “Perkara di bawah ada yang melanggar, kita bisa cari solusinya. Yang penting ada itikad baik dari pejabat Askab PSSI Jember untuk menegakkan aturan,” katanya.
Jawaban Denny Ariyanto
Denny Ariyanto mempertanyakan tuduhan negatif soal integritas yang dilesakkan Wahyuningtyas. “Terkait apa saya tidak memiliki integritas?”
Denny merasa selama ini sudah menjalankan tugas dengan baik. Semua klub anggota Askab PSSI Jember, termasuk JFOS, diundang dalam kegiatan sepak bola U13 dan U15 yang wajib dilaksanakan federasi.
Persoalan dugaan manipulasi usia yang dilaporkan Wahyunungtyas seharusnya diselesaikan pada saat Piala Soeratin berlangsung. “Jadi tidak ada korelasi dengan pemilihan (anggota Komisi Eksekutif),” kata Denny, Sabtu (26/4/2025).
“Justru ketika saya tidak disahkan, saya yang bisa protes. Dia (Wahyuningtyas) kan bukan kontestan. Mana bisa mempersoalkan,” kata Denny.
Namun Wahyunigtyas bersikukuh tidak ada yang salah dengan pelaporan itu. “Saya sudah membaca aturan, tidak ada ketentuan khusus soal siapa yang berhak banding. Saya merasa bagian dari proses pemilihan ini, karena kami juga voter (pemilik hak suara),” katanya.
Askab PSSI Jember akan menggelar musyawarah pemilihan pengurus periode 2025-2029 pada 3 Mei 2025.
“Saya berharap kepengurusan yang baru ini berintegritas, agar kita bisa memulai organisasi yang lebih profesional lagi. Kapan lagi kita berjuang kalau tidak pada saat pemilihan?” kata Wahyuningtyas. [wir]






