Bangkalan (beritajatim.com) – Sebuah aksi pembunuhan tragis terjadi di Perumahan Griya Anugrah, Kelurahan Mlajah, Bangkalan, Madura. Pembunuhan ini terungkap sebagai dampak dari perselingkuhan yang dilakukan oleh korban.
Kepolisian menyatakan, motif di balik peristiwa berdarah tersebut adalah hubungan gelap antara EF (45), warga Kecamatan Kwanyar, dengan seorang pria berinisial AA (36).
Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika EF menyewa sebuah kamar kos di blok D kawasan perumahan tersebut. EF menggunakan identitas dirinya dan juga suaminya, AR (44), sebagai syarat administrasi.
Bahkan, fotokopi akta nikah antara EF dan AR turut diserahkan kepada pemilik kos sebagai bagian dari kelengkapan dokumen. “Namun, kos itu tidak pernah ia tempati bersama suaminya. Melainkan, ia mengajak AA untuk tinggal bersama,” ucapnya, Rabu (23/4/2025).
Tragedi terjadi saat AR yang sudah mengetahui hubungan terlarang istrinya memutuskan untuk menyambangi kamar kos tersebut. Ia memergoki istrinya dan AA sedang berada di atas kasur. Emosi yang memuncak membuat AR gelap mata. Dengan membawa sebilah celurit, ia membacok EF hingga terkapar.
Tidak hanya berhenti pada istrinya, AR kemudian mengejar AA dan membacoknya berkali-kali hingga pria itu tak berdaya. Setelah yakin kedua korban telah terluka parah, pelaku meninggalkan lokasi kejadian. “Namun kami berhasil menangkap pelaku karena rumahnya juga tak jauh dari TKP,” imbuhnya.
Petugas yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi kedua korban. Sayangnya, AA telah meninggal dunia di tempat, sementara EF dalam kondisi kritis sempat mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa EF tidak tertolong dan ia meninggal dunia di RSUD Syamrabu Bangkalan. “Dua korban meninggal dunia,” pungkas AKP Hafid. [sar/suf]






