Bangkalan (beritajatim.com) – Parkir berlangganan di Bangkalan akan kembali diterapkan. Padahal sebelumnya sistem tersebut telah dicabut dan diganti menjadi parkir konvensional.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Umum Dishub Bangkalan, Ariek Moein membenarkan adanya rencana tersebut. Saat ini penerapan parkir berlangganan masih dalam tahap persiapan.
Menurut Ariek, penerapan parkir berlangganan perlu dilakukan. Sebab, melalui sistem itu, tingkat kebocoran retribusi bisa diantisipasi dibandingkan dengan sistem konvensional.
Apalagi, pada sistem konvensional masih terdapat juru parkir (jukir) nakal yang tidak memberikan karcis saat memberikan jasa parkir. Akibatnya, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami kebocoran.
“Tentu secara efektivitas lebih baik parkir berlangganan dan tingkat kebocorannya sangat minim,” ujarnya, Senin (21/4/2025).
Meski begitu, ia tak menepis perlunya sosialisasi pada jukir agar parkir berlangganan bisa berjalan dengan baik. Sehingga, nantinya pihak Dishub akan melakukan perjanjian kerjasama dengan jukir yang ditugaskan.
“Jika nanti melakukan pelanggaran maka akan kami kenakan sanksi yang sesuai,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Bangkalan Fadhurrosi mendukung adanya rencana tersebut. Ia menekankan, pemerintah bisa memberikan sosialisasi yang matang agar sistem berjalan dengan baik.
“Mekanismenya harus jelas dan sebelum diterapkan harus disosialisasikan sampai clear ke jukir. Sehingga setelah diterapkan jangan ada lagi pungutan pada kendaraan yang sudah memiliki stiker parkir berlangganan,” pungkasnya. [sar/but]






