Surabaya (beritajatim.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur memastikan bahwa persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX/2025 yang akan digelar di Malang Raya telah mencapai sekitar 95 persen.
Ketua KONI Jatim, M Nabil, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pematangan koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan DPRD Jatim.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Komisi E DPRD Jatim, dan mereka telah menyatakan bahwa secara administratif dan faktual, persiapan sudah mencapai 95 persen,” ujar Nabil dalam keterangan pers, Kamis (17/4/2025).
Namun, masih terdapat satu aspek yang menjadi fokus utama, yakni penyelesaian lintasan atletik di Kota Malang. Venue ini ditargetkan rampung pada Mei 2025. “Kalaupun belum tuntas sepenuhnya, itu hanya lintasan atletik di Kota Malang. Kita sudah targetkan selesai bulan Mei,” jelasnya.
Selain fasilitas, perhatian juga tertuju pada potensi kemacetan selama event berlangsung. Sebagai daerah wisata, Malang kerap mengalami kepadatan lalu lintas, terutama di akhir pekan. Nabil menekankan pentingnya antisipasi dari pemerintah kota dan kabupaten untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Porprov.
“Yang penting juga adalah memperkecil dan meminimalisir crowded. Karena tanpa Porprov saja, Sabtu-Minggu sudah macet. Jadi nanti harus ada jalur alternatif dari venue ke penginapan dan sebaliknya,” ujarnya.
Untuk mendukung geliat ekonomi lokal selama Porprov, KONI Jatim menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) guna mendorong pemberdayaan UMKM dan layanan kuliner di sekitar lokasi acara.
“Kami juga telah menjalin MoU dengan HIPMI. Mereka akan membantu pemberdayaan UMKM lokal dan kurasi layanan kuliner, agar semua persiapan berjalan optimal,” tegas Nabil.
Sebagai informasi, Porprov Jatim 2025 dijadwalkan berlangsung pada 28 Juni hingga 5 Juli 2025, dengan pembukaan di Stadion Gajayana, Kota Malang, dan penutupan di Stadion Kanjuruan, Kabupaten Malang. Event olahraga terbesar tingkat provinsi ini akan melibatkan ribuan atlet dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. (ted)






