Sumenep (beritajatim.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep akan melakukan normalisasi dua sungai yang kerap meluap dan menyebabkan banjir di kawasan perkotaan. Dua sungai yang menjadi fokus pengerukan adalah Sungai Kalianjuk di Desa Patean, Kecamatan Batuan, dan Sungai Marengan di Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep.
Kepala Dinas PUTR Sumenep, Ery Susanto, menyampaikan bahwa tingginya volume sedimen lumpur di dua sungai tersebut menjadi penyebab utama air meluap ke wilayah kota.
“Di dua sungai itu, volume endapan lumpur (sedimen) cukup tinggi. Ini yang menyebabkan air meluap dan menggenangi wilayah perkotaan,” terangnya, Kamis (10/4/2025).
Menurut Ery, pengerukan serupa pernah dilakukan pada 2013 dan 2016, dan terbukti efektif menekan risiko banjir di pusat kota. Namun, kini endapan kembali menumpuk, diperparah oleh kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.
“Sekarang endapan di dua sungai itu sudah menumpuk lagi karena perilaku masyarakat yang masih membuang sampah di sungai. Karena itu, kami merencanakan kembali melakukan pengerukan sungai tahun ini,” ujarnya.
Meski kedua sungai berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemkab Sumenep telah mengambil inisiatif untuk mengajukan permohonan resmi ke provinsi agar pengerukan segera dilakukan.
“Kami sudah berkirim surat ke provinsi agar dilakukan pengerukan di Sungai Kalianjuk, Kalimarengan, dan juga di sekitar saluran pembuangan arah timur dari pompa milik PT Garam,” paparnya.
Ery menjelaskan, Sungai Kalianjuk menjadi jalur utama pembuangan air dari sejumlah wilayah hulu seperti Ambunten, Guluk-Guluk, Ganding, hingga Lenteng. Hal ini menyebabkan Sumenep bisa mengalami banjir meski hujan tidak turun di wilayah kota.
“Karena itu sering terjadi di Sumenep tidak hujan, tapi beberapa titik ada banjir atau genangan air. Itu karena hujan turun di daerah hulu, sehingga Sungai Kalianjuk dan Kalisarokah meluap,” jelasnya.
Proyek pengerukan ini dijadwalkan mulai dikerjakan pada Mei atau Juni 2025, dengan total anggaran sebesar Rp1,6 miliar. [tem/beq]






