London (beritajatim.com) – Hasil seri 1-1 dengan Everton yang didapat Arsenal pada matchweek ke-31 Premier League (5/4) seharusnya bisa dimaksimalkan Liverpool FC ketika melawan Fulham tadi malam.
Tetapi, alih-alih menang sehingga LFC unggul 14 poin dari Arsenal, mereka malah dikalahkan Fulham 2-3 di Craven Cottage, London.
Itu menjadi kekalahan kedua The Reds musim ini di Premier League. Kekalahan terakhir mereka terjadi pada matchweek keempat di Anfield ketika keok 0-1 dari Nottingham Forest (14/9/2024).
Alhasil, jarak LFC dan Arsenal saat ini adalah 11 poin. Dengan sisa 7 matchweek The Gunners masih berpeluang untuk menyalip LFC. Apalagi, dua tim tersebut masih bertemu pada matchweek ke-36 di Anfield (11/5).
Bahkan, matchweek ke-34 hingga 36 bisa jadi penentu nasib LFC untuk juara. Berturut-turut, mereka akan menghadapi 3 tim big six. Sebelum Arsenal, tim asuhan Arne Slot itu melawan Tottenham Hotspur (27/4) dan Chelsea (4/5).
Jika mampu terus menang hingga melawan Chelsea, maka laga kontra Arsenal adalah perayaan juara LFC. Sebab, keunggulan 11 poin mereka mustahil dikejar dengan hanya 3 matchweek tersisa.
Dengan kata lain, dari 7 matchweek tersisa, LFC harus sapu bersih 4 matchweek terdekat jika ingin mengunci gelar sebelum menghadapi Arsenal. Selain harus menang vs Spurs dan Chelsea, mereka juga harus mengalahkan West Ham United (13/4) dan Leicester City (20/4).
“Kekalahan ini (dari Fulham, Red) tidak biasa terjadi. Sebab, jika ada kesalahan, para pemain selalu dengan cepat memperbaikinya. Kami ada di puncak klasemen bukan sekadar mampu menang dengan selisih 3-4 gol. Melainkan konsistensi,” ujar Slot kepada The Guardian. (dio/ted)






