Lumajang (beritajatim.com) – Proses pembangunan kampus Universitas Jember (Unej) di wilayah Desa Kebonan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur diketahui sudah lama mangkrak.
Proyek yang diketahui memiliki total luas tanah hingga 10 hektare itu sudah tidak dilanjutkan sejak tiga tahun terakhir. Akibat bangunan yang lama terbengkalai, sejumlah fasilitas gedung kampus dilaporkan sudah banyak hilang karena digondol maling.
Hal itu diungkapkan Bupati Lumajang Indah Amperawati yang menyoroti lamanya proyek terbengkalai. Sejumlah aset kampus yang hilang diakui, mulai dari pompa air, lampu-lampu gedung, sampai material besi ikut ludes.
Masalah itu bisa terjadi disebut lantaran tidak adanya pagar pengaman untuk gedung. Sehingga, tangan-tangan nakal dengan mudah mengambil sejumlah fasilitas yang ada.
“Ini pompa air hilang, lampu-lampu, besi juga, masih banyak lagi yang hilang, masih saya suruh cek lagi. Ini bukan salah salah malingnya, ya salah kita kenapa gedung dibiarkan terbengkalai. Pager nggak ada juga, jadi seperti menyuruh maling untuk masuk dan mengambil isinya,” terangnya, Jumat (4/4/2025).
Untuk mengatasi masalah itu, diakui, melanjutkan pembangunan gedung Unej menjadi sangat penting. Terlebih, manfaat kehadiran kampus di wilayah utara itu juga akan berdampak positif bagi ekonomil masyarakat bermukim.
“Jadi, saat kampus ini berjalan, ekonomi di sekitarnya juga akan ikut tumbuh, banyak kos dan warung bermunculan pastinya. Ini salah satu cara juga untuk menekan angka kriminalitas,” ungkap Bupati Lumajang dengan sapaan akrab Budan Indah itu. (has/kun)






