Mojokerto (beritajatim.com) – Hilal untuk menentukan 1 Syawal 1446 Hijiriah tidak terlihat di Pusat Observasi Bulan (POB) Masjid Agung Darussalam, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (29/3/2025). Pemantauan hilal dilakukan Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nadhatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto.
Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Kabupaten Mojokerto, Sholichuddin mengatakan, lokasi pengamatan hilal berada di ketinggian 70 mdpl, dengan koordinat lintang -7° 31′ 46.7″ LS Bujur 112° 24′ 32.5″ BT. Pantauan di lokasi, cuaca saat sore cerah namun disertai hujan gerimis.
“Pemantauan hilal di Mojokerto tidak terlihat karena hilal di bawah ufuk pada pukul 17.37 WIB dan tidak memenuhi syarat. Tinggi hilal minimal 3 derajat, sedangan disini tadi sekitar 1 derajat. Untuk hasil rukyatul hilal nantinya akan dilaporkan ke Kemenag Mojokerto, pengadilan agama, Lembahga Falakiyah PWNU Jatim,” ungkapnya.
Kemudian, Sholichuddin, nantinya akan diteruskan ke Kemenag RI sebagai bahan sidang Isbat penentuan 1 syawal 1446 H. Dalam kegiatan tersebut ada sekitar 80 orang terlibat dalam pemantauan, mulai dari Lembaga Falakiyah NU, MUI, LDII, Muhammadiyah, Kemenag kabupaten/kota Mojokerto. [tin/kun]






