Probolinggo (beritajatim.com) – Bupati Probolinggo, Gus dr. Moh Haris, mengungkapkan bahwa ia memiliki banyak pekerjaan rumah terkait tata kelola pembangunan di Kabupaten Probolinggo.
Hal ini disampaikannya dalam dialog “Menjalin Sinergitas Pokja Jurnalis” di Aula Universitas Hafsyawati (Unhasa) Genggong, Pajarakan.
“Kabupaten Probolinggo adalah daerah yang istikamah (konsisten). Angka partisipasi pendidikan hanya 6,5, angka kematian ibu tinggi, dan angka kemiskinan juga masih tinggi,” ungkap Gus Haris.
Gus Haris berjanji akan berusaha maksimal untuk menangani permasalahan tersebut. Salah satu upaya yang akan dilakukannya adalah penguatan pola kerja kolaborasi lintas sektoral Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Probolinggo.
“Ego sektoral lintas dinas masih tinggi. Setiap dinas punya data sendiri-sendiri. Ke depan, harus ada kolaborasi untuk membangun Kabupaten Probolinggo yang lebih maju dan lebih baik untuk rakyat Probolinggo,” jelasnya.
Salah satu contoh aksi kolaborasi yang sudah dipraktikkan adalah program penanggulangan bencana yang terjadi di Kabupaten Probolinggo sejak sebulan terakhir. “Saya sudah menginstruksikan kepada 10 dinas agar turun ke titik-titik bencana. Langsung berkolaborasi terkait penanganannya, agar cepat tertangani,” lanjut Gus Haris.
Sebagai bentuk konkret lainnya, Gus Haris berencana untuk berkantor di kantor kecamatan yang tersebar di 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo, mulai tanggal 16 April 2025 setelah Lebaran.
“Nanti saya akan duduk di kursi camat. Sasarannya adalah untuk mengetahui dan menjamin pelayanan publik yang baik untuk masyarakat,” kata Gus Haris.
Gus Haris berharap, dengan berkantor langsung di kecamatan, ia dapat lebih memahami permasalahan yang dihadapi masyarakat dan memberikan solusi yang tepat. (ada/ted)







2 Komentar
Tanggal acara 26 april ya? Kan masih maret
Hadeehhh…gmn panitia nya tuh…tgl 26 April itu mungkin masih bln depan, mungkin td MLM lupa tidak saur….lucu… banget,hati2 ini klas bupati, bukan pengajian biasa,atau kehadiran bupati itu dianggap gladi resik, semoga koreksi ke depan