Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang libur lebaran, DPRD Surabaya mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk mempersiapkan destinasi wisata dengan lebih maksimal. Setiap tahun, tempat-tempat wisata di Kota Pahlawan selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah, yang ingin menikmati libur Lebaran bersama keluarga.
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menyebutkan beberapa destinasi yang diprediksi akan ramai dikunjungi, seperti Taman Indie Jatim (TIJ), Kebun Binatang Surabaya (KBS), Taman Hiburan Pantai Kenjeran, Taman Bungkul, hingga kawasan Kota Lama.
“Agar wisatawan bisa menikmati liburan dengan nyaman, kesiapan dari berbagai aspek sangat diperlukan,” ujar Achmad di DPRD Surabaya, Rabu (26/5/2025).
Pentingnya persiapan ini mencakup berbagai aspek teknis, terutama terkait dengan kelancaran lalu lintas dan fasilitas pendukung. Menurut Achmad, pemantauan arus kendaraan yang baik akan sangat membantu menghindari kemacetan yang sering terjadi, terutama di kawasan wisata yang berpotensi mengalami lonjakan pengunjung.
“Penanganan arus kendaraan yang baik akan menghindari kemacetan, terutama di kawasan wisata yang berpotensi mengalami lonjakan pengunjung,” kata politisi Golkar ini.
Tak hanya itu, Achmad juga menyebut pentingnya penyediaan fasilitas umum yang memadai, seperti musala dan toilet portabel, untuk mendukung kenyamanan pengunjung.
“Fasilitas ini sangat penting karena jumlah pengunjung saat libur Lebaran pasti meningkat drastis. Pemkot harus memastikan bahwa wisatawan merasa nyaman selama berkunjung,” katanya.
Achmad juga mengingatkan Pemkot untuk menanggulangi masalah parkir liar yang sering mengganggu kelancaran di area wisata. Parkir liar, menurutnya, dapat menyebabkan kemacetan dan merugikan masyarakat.
“Keberadaan parkir liar bisa memicu kemacetan dan merugikan masyarakat. Oleh karena itu, Pemkot berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait agar pengelolaan parkir di tempat wisata lebih tertata,” tegasnya.
Achmad berharap agar persiapan yang matang dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan dan berdampak positif bagi perekonomian daerah. “Ini adalah pertaruhan buat kita semua, karena ketika wisatawan nyaman saat berkunjung maka tidak menutup kemungkinan akan berkunjung lagi dengan mengajak wisatawan lain,” ujarnya.
“Kami berharap Pemkot benar-benar mempersiapkan ini secara maksimal. Dengan pengelolaan yang baik, tidak hanya kenyamanan pengunjung yang meningkat, tetapi juga potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata bisa tergarap lebih optimal,” tandas Achmad.[asg/kun]






