Jombang (beritajatim.com) – Suasana di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Jombang tampak lebih ramai dari biasanya, Kamis (20/3/2025) pagi. Ribuan warga berkumpul dengan wajah penuh harap, menanti giliran untuk menerima bantuan sosial yang disalurkan langsung oleh Bupati Jombang, Warsubi.
Sebanyak 3.636 penerima manfaat, yang terdiri dari Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS), mendapatkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp100 ribu dan beras 5 kilogram.
Bantuan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jombang tahun anggaran 2025 dan menjadi salah satu wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, terutama di bulan suci Ramadan.
Dalam momen penuh kehangatan itu, Bupati Warsubi yang akrab disapa Abah Bupati menyampaikan harapannya agar bantuan ini tidak hanya sekadar meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga menjadi keberkahan tersendiri di bulan yang penuh ampunan ini.
“Kami berharap, bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Bapak dan Ibu beserta keluarga. Jangan dilihat dari besar kecilnya, tetapi dari niat tulus pemerintah yang ingin hadir untuk masyarakat,” ungkapnya dengan penuh ketulusan.
Lebih dari sekadar bantuan materi, Abah Bupati juga mengajak masyarakat Jombang untuk terus memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. “Ramadan adalah bulan berbagi. Mari kita tingkatkan rasa solidaritas, saling membantu, dan menjaga persatuan. Kebersamaan adalah kunci utama dalam mewujudkan Jombang yang lebih maju dan sejahtera,” tambahnya.
Di antara ribuan penerima bantuan, seorang pria paruh baya tampak menuntun becaknya keluar dari antrean, membawa karung beras di pundaknya. Senyum bahagia terpancar dari wajahnya. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Pemkab Jombang atas perhatiannya,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Hari Purnomo, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama telah berlangsung hari ini, sementara tahap kedua akan dilaksanakan pada 25 Maret 2025 di kantor kecamatan dan perangkat daerah agar dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.
Di tengah hangatnya suasana Ramadan, bantuan ini menjadi simbol kepedulian dan komitmen pemerintah untuk selalu hadir bagi masyarakatnya. Tidak hanya sebagai bentuk bantuan ekonomi, tetapi juga sebagai penguat tali kebersamaan yang akan terus terjalin di Kota Santri ini. [suf]






