Bojonegoro (beritajatim.com) – Menjelang mudik Lebaran Idul Fitri 2025, BPJS Kesehatan Kabupaten Bojonegoro dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memastikan layanan kesehatan tetap beroperasi selama cuti bersama dan libur Lebaran, yang berlangsung dari 31 Maret hingga 7 April 2025.
Hal ini disampaikan untuk memastikan masyarakat, terutama peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dapat mengakses pelayanan kesehatan jika diperlukan.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Sistri Sembodo, menjelaskan bahwa peserta JKN dapat mengakses layanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdekat, meskipun berada di luar domisili.
“Peserta bisa langsung ke FKTP terdekat dan akan dilayani selama tidak lebih dari tiga kali kunjungan. Ini penting disampaikan agar tidak ada kekhawatiran di masyarakat,” ujar Sistri, Kamis (20/3/2025)
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, menyebutkan bahwa kepesertaan JKN di Bojonegoro saat ini mencapai 98,4 persen. Ia menekankan pentingnya kesiapan layanan kesehatan selama Lebaran, mengingat peningkatan mobilitas masyarakat dan kondisi musim yang kurang bersahabat.
“Pada masa Lebaran, potensi bencana hidrometeorologi dan kecelakaan lalu lintas meningkat. Oleh karena itu, sosialisasi tentang pelayanan kesehatan selama libur Lebaran ini sangat penting,” jelas Ninik.
Dinkes Bojonegoro memastikan bahwa seluruh fasilitas kesehatan (faskes) tetap buka selama cuti dan libur Lebaran. Saat ini, terdapat 35 puskesmas yang tersebar di 28 kecamatan, 70 puskesmas pembantu, 4 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dan 11 rumah sakit swasta. Selain itu, layanan Pusat Panggilan Darurat (PSC) 119 juga siap melayani masyarakat selama 24 jam.
Untuk mendukung kelancaran mudik, Dinkes Bojonegoro juga menyiagakan tenaga medis di Pos Pelayanan dan Pengamanan (Pos PAM) yang tersebar di beberapa titik, seperti di Kecamatan Baureno yang berbatasan dengan Kabupaten Lamongan, Kantor Uji Kir di Desa Sukowati Kecamatan Kapas, dan di Kecamatan Padangan.
“Kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para pengemudi angkutan umum sebelum masa mudik lebaran di terminal,” tambah Ninik.
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Muhamad Rozi, mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan dan Dinkes dalam memastikan layanan kesehatan selama Lebaran. “Pelayanan terkait Lebaran ini memang penting untuk disampaikan kepada masyarakat agar informasi dapat tersebar luas dan masyarakat merasa aman,” ujarnya.
Dengan adanya kesiapan ini, diharapkan masyarakat Bojonegoro dapat menjalani mudik dan perayaan Lebaran dengan tenang, tanpa khawatir terhadap akses layanan kesehatan jika diperlukan. [lus/ian]






