Ponorogo (beritajatim.com) – Ada yang berbeda di lingkungan pemerintahan Ponorogo pada pertengahan bulan Ramadhan tahun ini. Seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang beragama Islam diinstruksikan mengenakan pakaian Muslim sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan suci. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Instruksi Bupati Ponorogo Nomor 100.3.4.2/KH/01/405.01.2/2025, yang secara resmi mengatur penggunaan pakaian Muslim selama bulan Ramadhan 1446 H/2025.
Instruksi ini mulai berlaku sejak hari Senin (17/3) lalu, mewajibkan ASN laki-laki mengenakan sarung lengkap dengan peci atau kopyah, sementara ASN perempuan diwajibkan memakai gamis dan hijab. ASN non-Muslim diberikan kebebasan untuk menyesuaikan dengan pakaian yang sopan dan sesuai budaya setempat. Penggunaan sarung dan baju muslim ini, hingga jelang Idul Fitri nanti.
“Yang laki-laki harus pakai sarung, baju muslim, dan kopyah. Untuk ASN perempuan memakai gamis dan hijab. Sementara untuk ASN non-Muslim ya menyesuaikan dengan pakaian yang sopan,” ungkap Bupati Sugiri Sancoko, Rabu (19/3/2025).
Bupati Sugiri menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar soal seragam, tetapi bagian dari upaya membangun kebiasaan dan adab yang baik di masyarakat. Instruksi ini, kata Sugiri juga sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan suci.
“Kita ingin Ramadhan ini menjadi momen introspeksi diri sekaligus memperkuat identitas Ponorogo. Bukan hanya kota budaya tetapi juga sekaligus kota religi,” katanya.
Dengan kebijakan ini, suasana Ramadhan di Ponorogo semakin terasa kental. Sarung dan gamis bukan sekadar pakaian, tetapi simbol kesederhanaan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai agama yang terus dijaga di Bumi Reog. Tak hanya ASN, instruksi ini juga diharapkan diikuti oleh berbagai sektor, mulai dari pedagang, karyawan swasta, perbankan, hingga pegawai rumah sakit. “Sarung berkibar, peci terpasang, hati tenang, imanipun tambah mantap,” ucap Bupati Sugiri Sancoko di media sosialnya.
Sementara itu, Setyo Budiono, salah satu ASN yang bekerja di Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo mengaku nyaman menggunakan seragam ala santri ini. Ia menyebut baru Ramadhan tahun ini, ASN memakai seragam baju muslim. Sebelumnya, pernah berseragam ala santri seperti ini, namun saat menjelang peringatan hari santri nasional (HSN). “Baru Ramadhan tahun ini memakai seragam ala santri, biasanya digunakan saat jelang peringatan hari santri nasional,” katanya. (end/kun)







1 Komentar
Religius itu kalau semua ASN dan pejabat lainnya melakukan amar makruf nahi munkar di terapkan dalam kehidupan sehari hari, jadi tidak pakaiannya saja.