Surabaya (beritajatim.com) – Setiap orang tua tentu ingin mendidik anak dengan baik, termasuk dalam hal disiplin. Namun, cara menegur atau memarahi anak perlu diperhatikan agar tidak berdampak buruk pada perkembangan emosional dan psikologis mereka. Jika dilakukan di waktu yang kurang tepat, teguran yang diberikan justru bisa membuat anak merasa tertekan, kehilangan rasa percaya diri, atau bahkan trauma.
Ada beberapa momen di mana memarahi anak sebaiknya dihindari karena bisa mengganggu kenyamanan mereka dan menimbulkan efek jangka panjang. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami kapan waktu yang tidak tepat untuk menegur anak agar proses mendidik tetap berjalan efektif tanpa memberikan dampak negatif.
Berikut lima momen yang sebaiknya dihindari orang tua saat ingin menegur atau memarahi anak.
1. Saat Anak Bangun Tidur
Setelah bangun tidur, tubuh anak masih dalam kondisi lemas dan pikirannya belum sepenuhnya sadar. Pada saat ini, anak membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.
Jika orang tua langsung memarahi mereka karena sesuatu yang dilakukan sebelumnya, anak bisa merasa bingung, tertekan, bahkan kehilangan semangat untuk memulai hari. Suasana hati yang buruk di pagi hari juga dapat mempengaruhi produktivitas dan mood mereka sepanjang hari.
2. Saat Anak Sedang Makan
Makan adalah aktivitas yang tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga menjadi waktu di mana anak bisa merasa nyaman dan menikmati hidangan. Jika anak dimarahi saat makan, mereka bisa kehilangan selera makan atau bahkan mengalami trauma terhadap waktu makan.
Dalam beberapa kasus, anak bisa menjadi terlalu cemas saat makan, yang berisiko menyebabkan gangguan pencernaan seperti sakit perut atau mual. Sebaiknya, orang tua menunda teguran hingga anak selesai makan agar proses makan tetap berjalan dengan baik dan nyaman.
3. Ketika Anak Akan Berangkat Sekolah
Pagi hari sebelum berangkat sekolah sering kali menjadi waktu yang cukup sibuk dan penuh tekanan bagi anak. Mereka harus bersiap dengan cepat, mengingat pelajaran yang akan dipelajari, serta menghadapi berbagai aktivitas di sekolah.
Jika mereka dimarahi sebelum berangkat, hal ini bisa membuat mereka merasa cemas, tidak percaya diri, atau bahkan kehilangan fokus dalam belajar. Akibatnya, performa mereka di sekolah bisa terganggu. Lebih baik berkomunikasi dengan tenang atau menunda pembicaraan hingga mereka pulang sekolah agar tidak membebani pikiran mereka saat beraktivitas.
4. Di Depan Orang Lain
Memarahi anak di hadapan orang lain, baik itu teman, saudara, guru, atau orang asing, bisa membuat mereka merasa malu dan terhina. Hal ini dapat merusak rasa percaya diri anak dan membuat mereka takut untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Selain itu, anak yang sering dimarahi di depan orang lain bisa menjadi lebih tertutup, sulit mengekspresikan perasaan, atau bahkan mengalami trauma sosial. Jika ingin menegur anak, sebaiknya lakukan secara pribadi agar mereka tetap merasa dihargai dan tidak merasa terpojok di depan orang lain.
5. Sebelum Tidur
Sebelum tidur, anak membutuhkan suasana yang tenang agar bisa beristirahat dengan nyaman. Jika mereka dimarahi sebelum tidur, pikiran mereka bisa dipenuhi rasa sedih, kecewa, atau ketakutan, yang akhirnya membuat mereka sulit tidur.
Tidur yang terganggu dapat berpengaruh pada kesehatan dan perkembangan anak, serta berdampak pada suasana hati mereka keesokan harinya. Daripada memarahi anak sebelum tidur, lebih baik ajak mereka berbicara dengan lembut dan berikan pengertian agar mereka merasa nyaman dan bisa beristirahat dengan baik.
Sebagai orang tua, memahami waktu yang tepat untuk menegur anak sangatlah penting. Alih-alih menggunakan nada tinggi, cobalah pendekatan yang lebih tenang dan komunikatif. Dengan begitu, anak bisa belajar dari kesalahan mereka tanpa harus mengalami tekanan emosional yang berlebihan. (mnd/ian)






