Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan pentingnya membangun daerah dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, menyatakan bahwa pembangunan daerah tidak harus selalu bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Dalam skema membangun daerah sekarang, tidak harus berbasis APBD. Kita harus bisa menjalin kemitraan dengan swasta. Pentingnya kemitraan itu untuk pembangunan daerah, misalnya di sektor kesehatan ataupun peningkatan fasilitas olahraga,” ungkapnya dalam rakor bersama ASN di Shaba Bina 1, Senin (17/3/2025).
Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Bondowoso, KH Abdul Hamid Wahid. Menurutnya, pembangunan berbasis partisipatif bukanlah hal baru, namun semakin ditekankan dalam era pemerintahan saat ini.
“Pembangunan partisipatif itu sudah lama berjalan, tetapi sekarang mendapat penekanan kuat. Oleh karena itu, banyak hal yang harus melibatkan masyarakat, dan itu harus dilakukan,” tuturnya.
Bupati juga menyoroti peran pemerintah dalam mendukung sektor olahraga, baik olahraga masyarakat, kesehatan, maupun prestasi.
Ia menegaskan bahwa olahraga prestasi merupakan bagian dari industri, dan tugas pemerintah adalah memberikan fasilitasi serta stimulasi agar bisa berkembang.
“Olahraga prestasi itu kan industri. Kita sifatnya fasilitasi dan menstimulasi. Ada asosiasi dan industri yang berperan, sementara kita bisa memberikan umpan bibit yang baik bagi olahraga industri dan prestasi. Saat ini, kami sedang menata bagaimana masyarakat bisa sehat,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap dengan strategi ini, pembangunan di berbagai sektor dapat berjalan lebih optimal, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat secara luas. [awi/beq]






