Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang (UM) semakin serius dalam mendorong publikasi internasional bagi mahasiswa doktoral. Hal itu terbukti dengan Fakultas Sastra (FS) UM mengadakan program pendampingan intensif bagi mahasiswa S3 yang ingin menerbitkan artikel di jurnal Scopus/WoS.
Dekan Fakultas Sastra UM, Dr. Moch. Syahri, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa publikasi ilmiah menjadi salah satu indikator utama dalam pemeringkatan universitas secara global. Hal itu sebagai bagian dari upaya universitas menuju perguruan tinggi kelas dunia.
Apalagi, kata Syahri, UM sedang gencar pemeringkatan universitas secara global seperti Times Higher Education (THE) dan World University Rankings (WUR). Dekan menekankan bahwa mahasiswa S3 wajib memiliki publikasi di jurnal bereputasi sebagai syarat ujian disertasi mereka.
“Salah satu tantangan terbesar mahasiswa S3 adalah publikasi. Dengan adanya pendampingan ini, kami berharap mereka dapat lulus tepat waktu dan lebih siap berkiprah di dunia akademik internasional,” ujarnya, Jumat (14/3/2025).
Program yang berlangsung setiap Jumat pukul 13.00 di Fakultas Sastra ini akan dipandu oleh dua ahli di bidang publikasi ilmiah, Prof. Bambang Yudi C., M.A., Ph.D., dan Dr. Bambang Prastio, M.Pd.. Mereka akan memberikan pendampingan mulai dari menemukan topik penelitian, menyusun kajian pustaka, hingga menanggapi masukan dari reviewer jurnal.
Dalam sesi awal program, Prof. Bambang Yudi menekankan pentingnya strategi yang tepat agar artikel dapat lolos seleksi di jurnal internasional. Ia berpesan kepada para peserta agar memilih isu yang unik, menggunakan referensi terbaru dalam lima tahun terakhir, serta memahami sistem sitasi APA 7th edition.
Selain itu, Prof Bambang mengingatkan pentingnya penyusunan abstrak yang sesuai dengan format IMRAD. Tujuannya agar artikel dapat melewati tahap evaluasi awal. “Banyak artikel gagal di tahap awal karena kurang memperhatikan format. Abstrak yang baik harus mencerminkan keseluruhan penelitian dengan jelas dan terstruktur,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Bambang Prastio membahas peran teknologi dalam proses publikasi. Ia mengungkapkan bahwa penggunaan Scopus AI dapat menjadi alat bantu yang sangat berguna bagi peneliti, asalkan digunakan dengan bijak.
“AI dalam Scopus bisa membantu dalam penyusunan artikel, tapi bukan untuk menggantikan peran utama penulis. Pemahaman akademik dan analisis tetap menjadi faktor utama dalam menulis publikasi yang berkualitas,” katanya.

Salah satu mahasiswa S3 yang mengikuti program ini mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan tersebut. Ia merasa bahwa publikasi di jurnal internasional tidak lagi menjadi hal yang menakutkan karena mereka mendapatkan bimbingan langsung dari para ahli.
“Meski kami masih di semester awal, kami bisa mulai mempersiapkan publikasi lebih awal. Ini sangat membantu karena publikasi di Scopus menjadi syarat kelulusan,” ujarnya.
Untuk mengikuti program ini, mahasiswa harus memiliki draf artikel hasil penelitian disertasi dan mendaftarkan diri melalui tautan. Fakultas Sastra UM berharap bahwa dengan adanya pendampingan ini, mahasiswa S3 mampu menerbitkan artikel di jurnal bereputasi dan meningkatkan daya saing akademik tingkat internasional.
Program ini memiliki timeline sistematis mulai 14 Feb 2025 untuk menemukan topik. Kemudian 21 Feb → Menentukan tujuan penelitian, 28 Feb → Menemukan jurnal sasaran, 7 Mar → Menyusun latar belakang, 14 Mar → Menyusun kajian pustaka.
Kemudian pada 21 Mar → Menyusun metode penelitian. 25 Apr → Menulis hasil penelitian. 2 Mei → Menulis pembahasan. Mei → Menulis kesimpulan. 16 Mei → Menyiapkan komponen publikasi. 23 Mei → Menanggapi masukan reviewer. (dan/kun)






