Surabaya (beritajatim.com) – Warga Jalan Gembong Sayuran, Kelurahan Kapasan, Kecamatan Simokerto, Surabaya, mengeluhkan kerusakan jalan paving yang terjadi selama sembilan tahun akibat aktivitas usaha air minum di wilayah tersebut. Hingga kini, perbaikan jalan yang terus dilakukan tidak membuahkan hasil yang permanen.
Ketua RT 07 RW 03, Adi Santosa, menyebut bahwa kerusakan jalan disebabkan oleh truk pengangkut air yang berlalu lalang ke tempat usaha tersebut sejak 2016. Selama ini, perbaikan jalan telah dilakukan sebanyak 21 kali, namun kondisi tetap memburuk.
“Kalau yang terakhir ini, sesudah perbaikan kampung tahun 2023 bulan April, itu 17 tutup got hancur, pecah. Terus kemudian terakhir kali lagi, 14 tutup got pecah lagi,” ujar Adi Santosa, Kamis (13/3/2025).
Adi mengungkapkan bahwa seringnya perbaikan jalan bahkan membuatnya sempat ditegur oleh pihak pengembang proyek Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Warga pun semakin kecewa lantaran pihak pemilik usaha air minum disebut tidak menghiraukan keluhan mereka.
“Memang tak pernah ada respons, namun baru terakhir-terakhir ini ketika didorong oleh pihak kelurahan, betul diperbaiki, tapi memperbaikinya ya asal-asalan,” kata Adi.

Berbagai upaya telah ditempuh warga, termasuk mediasi bersama pihak kelurahan dan kecamatan. Sayangnya, hasilnya tetap nihil.
“Mediasi bersama kelurahan dua kali dan bersama pihak kecamatan satu kali. Namun tetap saja, aktivitas truk tak terhindarkan dan tidak ada solusi,” tambahnya.
Karena itu, warga kini mendesak Pemkot Surabaya untuk mengambil tindakan tegas. Mereka menuntut agar usaha air minum di wilayah tersebut segera ditutup.
“Pokoknya warga minta usaha ini pergi dari sini, jangan membuat kekacauan lagi,” tegas Adi. [ram/beq]






