Sumenep (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali menghadirkan program mudik gratis ke kepulauan untuk Lebaran 2025. Tahun ini, Pemkab meningkatkan kuota menjadi 12 ribu tiket kapal gratis, naik dari 10 ribu tiket tahun lalu.
Program ini diperuntukkan bagi warga kepulauan yang ingin pulang kampung dengan jalur laut, terutama mereka yang merantau ke luar daerah. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Yayak Nurwahyudi, menjelaskan bahwa program ini bertujuan membantu masyarakat yang ingin berlebaran di kampung halaman tanpa terbebani biaya transportasi.
“Program mudik gratis ini untuk membantu meringankan beban warga kepulauan yang ingin pulang, berlebaran di kampung halamannya,” ujar Yayak, Rabu (12/3/2025).
Pemkab Sumenep telah menyiapkan beberapa pelabuhan keberangkatan untuk mendukung program ini, di antaranya Pelabuhan Kalianget (Sumenep), Pelabuhan Jangkar (Situbondo), Pelabuhan Tanjung Wangi (Banyuwangi), dan Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya).
Sementara itu, pelabuhan tujuan meliputi Pulau Sepudi, Raas, Kangean, Sapeken, dan Pulau Masalembu. Semua kapal yang berlayar ke kepulauan Sumenep dalam program ini menggratiskan biaya penumpang.
“Yang penting tujuannya ke wilayah kepulauan Sumenep, jadi bukan hanya dari Pelabuhan Kalianget saja yang mendapatkan fasilitas mudik gratis,” tambah Yayak.
Untuk transportasi laut, Pemkab menggunakan kapal reguler yang biasa melayani rute kepulauan Sumenep, termasuk kapal milik Pelni, Dharma Dwipa Utama (DDU), kapal milik Pemkab Sumenep yaitu Dharma Bahari Sumekar, serta kapal cepat Express Bahari.
Saat ini, Pemkab masih menyusun jadwal keberangkatan agar seluruh pemudik dapat terlayani dengan baik.
“Kami masih dalam tahap penyusunan jadwal mudik gratis agar kebutuhan masyarakat bisa tercover. Yang jelas, kuota mudik gratis ke kepulauan tahun ini lebih besar dibanding tahun lalu,” tegas Yayak. [tem/beq]






