Banyuwangi (beritajatim.com) – Pembangunan infrastruktur di Banyuwangi terdampak kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah Pusat. Diketahui, terdapat 9 titik pembangunan ruas jalan di Banyuwangi yang berasal dari anggaran pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus (DAK) dibatalkan.
Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman Kabupaten Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo mengungkapkan, kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat pasti berpengaruh ke daerah termasuk Banyuwangi.
“Pasti ada, berpengaruh. Tapi kita pilih yang risikonya paling minim yang mana,” tuturnya.
Pria yang akrab dipanggil Yayan itu mengatakan, dampak yang sudah pasti adalah penundaan pembangunan 9 ruas jalan di Banyuwangi. Sedianya pembangunan 9 ruas jalan tersebut dibiayai pemerintah pusat melalui DAK.
“Untuk 9 ruas jalan di Banyuwangi nilainya Rp59 miliar itu yang pasti dibatalkan,” tegasnya.
Dia menyebut, pembangunan 9 ruas jalan ini sebenarnya sudah ada pemenang tendernya. Namun menurutnya sudah dibatalkan sekitar 2 minggu yang lalu.
Sembilan ruas jalan yang pembangunannya dibatalkan tersebut di antaranya ruas jalan Pekulo, ruas jalan Sukamaju-Parijatah, ruas jalan pesanggaran-pantai lampon, ruas jalan Pesanggaran-Sumberagung.
“Tapi untuk DAK jelas Rp59 miliar dibatalkan tahun ini, sudah ada pemenangnya padahal,” ujarnya.
Namun menurut Yayan, kebijakan efisiensi ini tidak terlalu banyak berpengaruh pada pembangunan infrastruktur yang berasal dari APBD. Karena pemerintah pusat menekankan 16 item belanja untuk diefisiensikan. Di antaranya, rapat, kegiatan seremonial, dan perjalanan dinas.
Meski demikian, menurutnya pembangunan infrastruktur yang bersumber dari APBD dilakukan dengan menerapkan skala prioritas dari yang paling penting.
Infrastruktur yang menjadi skala prioritas ini yakni pertama jalan utama atau jalan primer, kemudian rute Tour de Banywuangi Ijen, jalan menuju destinasi wisata, jalan produksi pertanian.
“Skala prioritas yang paling penting mana, yang paling tidak penting belakangan atau setelah itu baru yang lain,” pungkasnya. [tar/ian]






