Blitar (beritajatim.com) – AW pelajar 14 tahun asal Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar menjadi korban bullying yang dilakukan oleh 3 orang remaja putri. Bukan hanya verbal, pelajar 14 tahun itu juga mengalami bullying secara fisik.
Aksi bullying itu sempat direkam oleh para terduga pelaku dan tersebar luas di media sosial. Dalam video itu nampak korban beberapa kali mendapatkan kekerasan di bagian kepala serta perut.
Kasus ini pun kini jadi perhatian semua pihak tak terkecuali UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Blitar. UPT PPA Kabupaten Blitar pun akan memberikan pendampingan psikologis kepada korban untuk menghilangkan trauma yang dialami.
“Kita utamakan pendampingan psikologis karena kan pasca bullying itu butuh pemulihan metal agar sekolah lagi,” ungkap Dwi Andi Perkasa, Kepala UPT PPA Kabupaten Blitar, Selasa (11/03/2025).
Pendampingan psikologis ini akan diberikan sebagai upaya penyembuhan dan pemulihan mental korban bullying. Diharapkan dengan adanya pendampingan ini pelajar 14 tahun itu bisa kembali beraktifitas normal usai mendapatkan bullying.
“Ini juga kami lakukan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya bullying yang berkepanjangan karena kan pasti di sekolahan pun infonya pasti ramai kita mencegah terjadinya bullying terulang,” tandasnya.
Penguatan mental pun akan dilakukan UPT PPA Kabupaten Blitar. Langkah ini akan ditempuh agar korban tetap mau bersekolah meski menjadi korban bullying oleh rekan-rekannya sendiri.
“Kita kuatkan mentalnya untuk sekolah lagi, kalaupun korban tidak mau sekolah di tempat yang sama dan ingin pindah juga akan kita bantu,” tegasnya.
Sebelumnya, AW remaja putri asal Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar menjadi korban bullying. Remaja berusia 14 tahun itu dikeroyok oleh sejumlah perempuan hingga mengalami luka di kepala dan perut.
Penyebabnya karena salah satu pelaku merasa kesal usai akun media sosial sang pacar difollow atau diikuti oleh AW (14). Pelaku tidak terima kemudian mengajak 2 rekan perempuannya untuk mengeroyok korban di tengah jalan.
Korban pun dipukuli berkali kali oleh ke 3 remaja putri tersebut. Mirisnya aksi pengeroyokan dan bullying itu direkam hingga viral di media sosial.
Kasi Humas Polres Blitar Kota, Iptu Samsul Anwar membenarkan kejadian bullying tersebut. Menurut Samsul, awalnya korban tidak mau melaporkan karena ketakutan kini setelah video pengeroyokan terhadap dirinya viral, remaja 14 tahun itu akhirnya resmi mengajukan laporan polisi.
“Kejadian ini sebenarnya sudah lama, terjadi pada 27 Februari 2025 lalu. Namun korban yang berinisial AW (14 tahun) tidak berani melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Iya korban dan orang tuanya sudah melapor ke pihak kepolisian. Pada saat kejadian, korban mengaku takut untuk melapor. Namun sekarang viral dan akhirnya melaporkan perlakuan yang diterimanya itu,” ungkap Samsul, Minggu (9/03/2025).
Diduga para pelaku ini sudah merencanakan aksinya. Pasalnya sebelum kejadian korban terlebih dahulu dijemput oleh ke 3 pelaku dengan menggunakan kendaraan bermotor.
Kemudian korban diajak pergi ke suatu lokasi dengan berboncengan empat. Setelah itu barulah korban dipukuli secara beramai-ramai hingga mengalami luka di kepala dan perut.
“Nah di lokasi pertama ini korban sudah mengalami pembullyan, namun ada orang yang melihat dan meminta untuk dihentikan. Kemudian pelaku membawa korban ke tempat lain dan terjadilah kasus bullying tersebut,” ungkapnya. [owi/aje]







1 Komentar
Sangat memprihatinkan perilaku bullying terhadap anak Krn berakibat psikologis yg dalam. Harap dinas pendidikan selalu menghimbau sekolah untuk selalu melakukan sosialisasi pencegahan bullying oleh/terhadap anak” didiknya. Disamping itu tindakan biasa membully saat usia anak dan remaja berakibat merasa superioritas yg nantinya dewasanya bermental premanisme di lingkungan kerja manapun.