Mojokerto (beritajatim.com) – Rencana pembukaan Bus Trans Jatim Koridor VI yang akan menghubungkan Mojokerto – Porong, Sidoarjo terus berproses. Rencana pembukaan Bus Trans Jatim Koridor VI yang akan menggunakan 15 armada, termasuk satu unit cadangan ini dalam proses survei lokasi halte.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto, Rachmad Suharyono mengatakan, jika jenis transportasinya sama dengan Trans Jatim sebelumnya. “Hanya saja tangga naiknya lebih pendek. Total ada 15 bus dan satu cadangan,” ungkapnya, Sabtu (8/3/2025).
Rute Trans Jatim Koridor VI akan melintasi Terminal Kertajaya – Bangsal – Mojosari – Terminal Mojosari – Pungging – Ngoro – Kejapanan – Terminal Porong, Sidoarjo. Saat ini, pemerintah telah melakukan survei untuk menentukan lokasi halte sesuai rekomendasi dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) yakni di titik-titik yang merupakan bangkit tinggi.
“Ada dua jenis halte yang akan dibangun yakni shelter trans Jatim, dan rambu halte. Saat ini pengerjaan sudah berproses, termasuk pembenahan Terminal Mojosari. Secara keseluruhan, akan ada 56 halte yang dibangun di titik-titik strategis sesuai rekomendasi BPJN, di Kabupaten Mojokerto ada 20 halte di 20 titik lokasi,” katanya.
Terkait dengan kelengkapan jalan pada titik-titik lokasi halte seperti rambu, marka, flasher, lanjut Rachmad, akan dilengkapi dan dipasang oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur, Nyono menambahkan, kehadiran Trans Jatim Koridor VI diharapkan dapat menghidupkan kembali Terminal Mojosari. Selain itu trayek ini akan memotong separuh dari trayeknya bus kuning, jadi nanti sebagian adalah Scrapping.
“Tidak menambah trayek baru, tapi trayek bus kuning yang lama, itu sebagai kewajiban dari operator untuk memperbaharui armadanya,” tambahnya. [tin/kun]
Trayek Bus Trans Jatim Koridor VI rencananya akan dilaunching bulan Mei 2025. Diharapkan adanya trans ini mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dan masyarakat beralih ke mode transportasi umum.
Di Kabupaten Mojokerto sendiri, akan dibangun 40 halte di 20 titik lokasi :
1. Depan Stikes Guna Sehat PPNI Pasinan, 2 unit
2. Simpang 3 Pacing 2 unit
3. Simpang 3 Bangsal, depan Kantor Kecamatan Bangsal 2 unit
4. Pasar Sawahan 2 unit
5. Simpang 3 Dusun Pakuwon, Desa Ngrowo 2 unit
6. Simpang 3 Ngranggon 2 unit
7. Simpang 3 Dusun Mojoroto, Desa Mojotamping 2 unit
8. Simpang 3 Pekukuhan 2 unit
9. Polres Mojokerto, Desa Menanggal 2 unit
10. Stadion Gajah Mada 2 unit
11. Pasar legi Mojosari 2 unit
12. Simpang 3 panjer 2 unit
13. SDN Pungging 2 unit
14. Simpang 3 Jasem 2 unit
15. Simpang 3 Sedati 2 unit
16. Simpang 3 Kembangsri 2 unit
17. Ngoro industri Persada 2 unit
18. Simpang 3 Dusun Sidorejo Desa Wonosari 2 unit
19. SDN Wonosari, Desa Wonosari 2 unit
20. SDN Watesnegoro, Desa Watesnegoro2 unit






