Pacitan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan kembali menggulirkan wacana penggabungan sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) guna meningkatkan efektivitas pembelajaran. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap menurunnya jumlah siswa di beberapa sekolah dalam beberapa tahun terakhir.
Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan mengusulkan 20 SDN untuk diregrouping. Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Dindik Pacitan, Wahyono, mengatakan bahwa kebijakan ini bertujuan agar setiap kelas memiliki jumlah siswa yang ideal.
“Secara rasio, satu kelas idealnya berisi 28 siswa. Saat ini, banyak sekolah yang jumlah muridnya jauh di bawah angka itu,” ujarnya saat konsultasi publik di Kecamatan Pringkuku, Kamis (6/3/2025).
Menurut Wahyono, mayoritas masyarakat mendukung wacana ini. Saat ini, kajian regruping telah mencapai 60 persen dan melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang).
“Bangunan sekolah yang nantinya kosong tetap menjadi aset Pemda, pengelolaannya akan menyesuaikan regulasi yang berlaku,” tambahnya.
Dindik Pacitan berharap program ini mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan pemerataan tenaga pengajar di wilayah yang terdampak. [tri/aje]
Berikut daftar sekolah yang diusulkan untuk digabung:
1. SDN 1 dan 2 Sawahan, Donorojo
2. SDN 1 dan 2 Punung, Punung
3. SDN 1 dan 3 Tinatar, Punung
4. SDN 1 dan 2 Baleharjo, Pacitan
5. SDN 1 dan 2 Ploso, Pacitan
6. SDN 1 dan 3 Candi, Pringkuku
7. SDN 1 dan 2 Glinggangan, Pringkuku
8. SDN 1 dan 3 Klepu, Donorojo
9. SDN 2 dan 3 Wonodadi, Kulon
10. SDN 1 dan 3 Pagerlor, Sudimoro






