Manchester (beritajatim.com) – Dalam dua musim terakhir, Manchester United selalu meraih trofi domestik. Jika musim lalu kampiun Piala FA, semusim sebelumnya berjaya di Piala Liga.
Sebelum itu, kali terakhir United juara domestik terjadi 2016–2017 saat juara Piala Liga. Musim ini, mereka kembali ke setelan pabrik pasca kekalahan 3-4 via adu penalti dari Fulham di putaran kelima Piala FA di Old Trafford, Manchester.
Dua eksekutor terakhir United, Victor Lindelof dan Joshua Zirkzee gagal menyelesaikan tugasnya. Sedangkan 4 penendang Fulham semuanya sukses. Babak tos-tosan terjadi karena hingga 120 menit skor laga tetap 1-1. Itu pun United tertinggal lebih dulu via gol Calvin Bassey beberapa saat sebelum jeda sebelum kapten Bruno Fernandes menyamakan skor pada menit ke-71.
Kegagalan tersebut menyempurnakan United yang tersingkir di Piala Liga sejak 20 Desember 2024 di tangan Tottenham Hotspur. Bagaimana dengan Premier League? United kini tercecer di posisi 14 dengan 33 poin alias defisit 34 poin dari pemuncak klasemen Liverpool FC.
Dengan poin maksimal adalah 33 di 11 matchweek terakhir, secara otomatis kans United di Premier League sudah habis. Bahkan, misi mereka saat ini adalah lepas dari jerat degradasi. Ipswich Town yang ada di peringkat ke-18 hanya tertinggal 16 poin dari United.
“Maafkan aku mengecewakanmu. Terima kasih atas dukungan luar biasa (di laga ini, Red)” takarir Zirkzee dalam Instagram-nya yang ditujukan kepada suporter United.
Gagal di tiga ajang domestik membuat peluang United meraih trofi kini hanya tersisa di Liga Europa. United akan menghadapi Real Sociedad pada 16 besar. First leg dimainkan Jumat (7/3) dan second leg digelar sepekan berselang. [dio/aje]






