Pacitan (beritajatim.com) – Kemacetan parah terjadi di Pasar Ketro, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, pada Jumat (28/2/2025) siang. Fenomena pasar tumpah menjelang bulan Ramadhan menjadi pemicu utama. Para pedagang yang berjualan di bahu jalan serta kendaraan yang parkir sembarangan menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Ketiadaan petugas yang mengatur lalu lintas semakin memperburuk kondisi di lokasi tersebut.
Salah seorang pengendara, Budi, mengeluhkan kondisi tersebut. Selain banyaknya pedagang yang berjualan di pinggir jalan, kendaraan yang diparkir tanpa aturan membuat kemacetan semakin parah.
“Mobil-mobil parkirnya di jalan, bahkan ada yang ditinggal oleh sopirnya. Jadi macetnya tambah parah,” ujar Budi, Jumat (28/2/2025).
Tidak adanya petugas parkir maupun pengatur lalu lintas membuat sejumlah pengendara terpaksa turun tangan membantu mengurai kemacetan. Dibutuhkan waktu sekitar setengah jam hingga arus lalu lintas kembali normal.
Menurut Riski Maulana, warga sekitar, fenomena pasar tumpah di Pasar Ketro memang menjadi hal yang biasa menjelang Ramadhan. Pasar ini sendiri hanya beroperasi pada hari pasaran Legi, sehingga di hari-hari biasa kondisi lalu lintas cenderung lancar.
Namun, ketika mendekati bulan puasa, jumlah pengunjung meningkat signifikan. Sayangnya, banyak pedagang tetap memilih berjualan di tepi jalan, meskipun masih tersedia ruang di dalam pasar. Ia berharap ada langkah antisipasi dari pihak terkait agar kemacetan seperti ini tidak terus berulang setiap tahun.
“Ya harusnya ada petugasnya yang mengatur biar aktivitas jual beli lancar dan pengendara masih bisa lewat jalan tersebut,” tutup Riski.
Masyarakat berharap adanya tindakan dari pihak berwenang untuk menata pasar tumpah ini, sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut. [tri/beq]






