Kediri (beritajatim.com) – Dalam rangka perayaan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1221 tahun 2025, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri menggelar prosesi pengambilan air suci dari 7 sumber air di Kabupaten Kediri. Salah satu sumber air yang digunakan adalah Sumber Panjer di Kecamatan Plosoklaten.
Kabid Kesenian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Nurfika Maharani, menyampaikan bahwa prosesi ini menjadi bagian penting dari peringatan hari jadi yang puncaknya akan berlangsung pada 25 Maret 2025.
Makna Pengambilan Air Suci
Pengambilan air suci dari tujuh sumber ini memiliki makna mendalam. Angka tujuh atau “pitu” dalam bahasa Jawa melambangkan “pitulungan” yang berarti pertolongan. Diharapkan, Kabupaten Kediri senantiasa mendapat pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Tuhan Yang Maha Esa.
Ketujuh sumber air yang digunakan dalam prosesi sakral ini berasal dari:
- Makam Gus Miek di Sumber Ngadi Makam Aulia
- Sumber Panguripan di Desa Dukuh
- Sumber Panjer
- Sendang Tirto Kamandanu
- Sumber Kalasan
- Sumber Paron
- Waduk Siman
- Prosesi Sakral Menuju Puncak Perayaan
Nurfika Maharani menjelaskan bahwa prosesi pengambilan air suci telah dilaksanakan sebagai rangkaian menuju puncak perayaan.
“Secara pokoknya, pengambilan air sucinya sudah kita laksanakan, kemudian prosesi intinya di 25 Maret, nanti untuk rangkaiannya kita menyesuaikan dengan Inpres,” ujarnya.
Air suci dari tujuh sumber ini nantinya akan disimpan dalam gentong dan digunakan dalam prosesi penyucian yang akan dilakukan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada 24 Maret 2025, sehari sebelum puncak acara.
“Air tersebut nantinya akan disimpan di dalam gentong dan digunakan untuk membasuh serta mensucikan yang dilakukan oleh Forkopimda, H-1 puncak Hari Jadi Kabupaten Kediri pada tanggal 24 Maret 2025,” jelasnya.
Pada puncak perayaan 25 Maret 2025, air dari tujuh sumber tersebut akan dibawa dalam bokor-bokor dan dijadikan satu sebelum digunakan untuk prosesi penyucian Bupati dan Wakil Bupati Kediri.
“Ya tanggal 25 itu nanti acara kita pokoknya dalam pembacaan Prasasti Harinjing, pokoknya hari jadi asal mulanya Kabupaten Kediri,” tambah Nurfika Maharani. [nm/beq]






