Bangkalan (beritajatim.com) – Penanaman jagung yang diinisiasi oleh Polres Bangkalan dalam program Gugus Polri untuk mendukung swasembada pangan, sesuai dengan Asta Cita Presiden RI dilakukan di Desa Mrombuk, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan.
Di tahap pertama ini, Polres Bangkalan bersama petani sekitar menanam bibit jagung di lahan 10 hektare. Bibit jagung yang ditanam sejak 3 bulan lalu itu kini menghasilkan 80 ton jagung.
Kapolres Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono, dalam sambutannya menjelaskan bahwa panen ini merupakan hasil dari bibit jagung yang ditanam sejak 20 November 2024 lalu.
“Alhamdulillah, Ini menjadi bukti nyata sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat sektor pangan,” ujarnya, Rabu (26/2).
Hendro mengatakan, ditahun ini Polres Bangkalan telah mendapatkan bantuan bibit jagung untuk 2.500 hektare lahan dengan potensi produktivitas mencapai 8 ton per hektarenya.
“Jika produktivitas mencapai 8 ton per hektare, maka hasil panen mencapai 20.000 ton. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal agar mampu menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung swasembada pangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan, Fauzan Jakfar mengatakan, program tersebut menjadi bukti nyata dukungan Polri untuk Kabupaten Bangkalan. Sinergitas semua pihak dibutuhkan agar Bangkalan bisa menjadi salah satu lumbung pangan nasional.
“Dengan sinergitas itu, Bangkalan akan mampu menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Panen jagung hari ini adalah salah satu bukti nyata dari kerja sama yang telah kita bangun,” pungkasnya. [sar/ian]






