Bojonegoro (beritajatim.com) – Selaku operator pertandingan, PT Liga Indonesia Baru (LIB) akhinrya memutuskan hasil pertandingan Pegadaian Liga 2 Grup 3 pekan keempat belas musim kompetisi 2024-2025 antara Deltras FC Sidoarjo melawan Persibo Bojonegoro di Stadion Delta Sidoarjo, Sabtu (11/1/2025).
Keputusan PT LIB itu tertuang dalam surat Nomor 065/LI-COR/I/2025, tertanggal 15 Januari 2025, tentang Penetapan Status Pertandingan Kompetisi Pegadaian Liga 2-2024/25 antara Deltras FC vs Persibo Bojonegoro.
Hasil keputusan PT LIB menyatakan, gol pemain Persibo Bojonegoro Amir Hamzah ke gawang Deltras FC di menit ke 90+4 itu dibatalkan. Sehingga pertandingan akan dimulai kembali dengan skor 1-0.
Selanjutnya pertandingan antara Deltras FC vs Persibo Bojonegoro dilanjutkan kembali sampai dengan selesai dan dimulai dari situasi indirect free kick setelah pelanggaran dari pemain Deltras FC kepada pemain Persibo Bojonegoro pada menit 94.
Pertandingan dilaksanakan di tempat netral yang ditentukan dan diselenggarakan seluruhnya oleh LIB pada Sabtu (18/1/2025) kick off pukul 15.30 WIB, di Stadion Sasana Krida AAU, Yogyakarta.
Menanggapi keputusan tersebut, Presiden Klub Persibo Bojonegoro, Deddy Adrianto Wibowo, mengaku sangat kecewa dan merasa sangat dirugikan.
“Kecewa itu pasti, kita merasa sangat dirugikan. Pemain dipukuli, keputusan wasit diubah, jujur saja kita sudah bermain sebaik mungkin dan menghormati seluruh azas dan peraturan sepakbola,” ujar Deddy Adrianto Wibowo, Kamis (16/1/2025).
Selain itu, Deddy juga mengaku bingung dengan adanya keputusan tersebut. Dia bahkan mempertanyakan apakah memang begini sepakbola di Indonesia.
“Kalau seperti ini mungkin kami selaku pemilik klub bola menjadi bingung. Saya memang baru di dunia sepakbola dan saat ini kami mempertanyakan apakah memang begini sepakbola di Indonesia?,” tuturnya menambahkan.
Dirinya juga meragukan penerapan peraturan dan law of the game yang sudah ditetapkan PSSI dan FIFA. “Mungkin kami terlalu naif mempercayai dan berkiblat pada peraturan dan law of the game yang sudah ditetapkan PSSI dan FIFA,” lanjut Deddy.
Deddy mengaku, saat ini masih melakukan koordinasi internal terkait langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya. “Pasti, kita ingin sepakbola Indonesia maju. Terlepas dari skor, kita tidak ingin kekerasan seperti ini menjadi sesuatu yang normal di sepakbola Indonesia,” kata Deddy.
Untuk diketahui, dalam pertandingan lanjutan yang hanya tersisa satu menit itu jika skor tidak berubah atau tetap 1-0 untuk kemenangan Deltras FC Sidoarjo, maka Deltras FC Sidoarjo berhak lolos menuju babak 8 besar Liga 2. Sementara Persibo Bojonegoro tidak lolos dan harus mengikuti babak play off degradasi. [lus/ted]






