Blitar (beritajatim.com) – Setiap bulan rata-rata 10 nyawa yang melayang di Kabupaten Blitar akibat kecelakaan. Hal itu terungkap dari data kecelakaan lalu lintas yang dimiliki oleh Satlantas Polres Blitar.
Data Satlantas Polres Blitar mencatat selama tahun 2024 ada 133 nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas. Itu artinya rata-rata setiap bulan ada 10 orang meninggal dunia akibat kecelakaan.
“Yang menjadi atensi kita di tahun 2024 adalah pada tahun 2024 ini adalah terkait dengan peningkatan jumlah fatalitas yang meninggal dunia karena kecelakaan kurang lebih sekitar 34% dibandingkan tahun lalu pada tahun 2024 ini ada sekitar 133 orang yang meninggal dunia,” kata Kapolres Blitar, AKBP Wiwit Adisatria, Kamis (2/01/2024).
Angka kecelakaan pada tahun 2024 sendiri mencapai 475 kasus dari jumlah tersebut 133 di antaranya meninggal dunia, sementara yang mengalami luka berat ada 12 dan 603 lainnya mengalami luka ringan.
Jumlah kasus meninggal dunia akibat kecelakaan tahun 2024 tersebut jauh lebih banyak daripada tahun 2023 lalu. Tercatat pada tahun 2023 lalu jumlah kasus meninggal akibat kecelakaan hanya 99 orang. Namun di tahun 2024 jumlah tersebut meningkat hingga 133 orang.
“Setelah kita evaluasi yang terjadi adalah faktor manusianya yang hampir sekitar 70% bagaimana kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas di jalan ini perlu kita tanamkan dia bisa mengurangi,” imbuhnya.
Kecelakaan yang berujung pada kematian ini mayoritas melibatkan pengendara roda 2. Yang lebih miris kecelakaan maut tersebut mayoritas juga melibatkan remaja dan anak-anak.
“Bagaimana kesadaran akan pentingnya keselamatan prioritas di jalan ini perlu kita tanamkan sehingga bisa mengurangi fatalitas korban sekarang tidak hanya di jalan-jalan utama yang namanya di kota wisata menggunakan helm bisa mengurangi fatalitas,” tandasnya. (owi/but)






