Jombang (beritajatim.com) – Komunitas Bushcraft Plat-S melakukan berbagai kegiatan selama dua hari di di Dusun Mandiro Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam, Jombang,
Acara bertajuk ‘Tanam Harapan, Rawat Bumi’ ini dilaksanakan pda 31 Desember 2024 hingga 1 Januari 2025. Ini dalam upaya merespons tantangan lingkungan akibat deforestasi, urbanisasi, dan perubahan iklim.
Bushcraft Plat-S adalah komunitas yang selama bergiat di alam terbuka. Bushcraft merupakan gabungan antara kemampuan menyintas (survival) dan keahlian memanfaatkan sumber daya di alam liar untuk bertahan hidup.
Kegiatan di Mandiro Wonosalam tersebut diikuti oleh puluhan orang. Walhasil, pada pelaksanaanya juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Di antaranya, Pemkab Jombang lewat Dinas Pertanian, Masficus Jombang, Abimanyu Planter, Nocturnal Outdoor, Tambora Outdoor, serta Aufa.net.
Kemudian, masyarakat sekitar, Perum Perhutani, KPH Jombang, BKPH Jabung, RPH Carangwulung. Petak 15, serta Klas Hutan HL sebagai Obyek Lokasi Penanaman.
“Acara ini merupakan langkah nyata dalam memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian ekosistem,” ujar Vika Indranata dari komunitas Bushcraft Plat-S, Kamis (2/1/2025).
Vika mengungkapkan, Mandiro merupakan salah satu kawasan penting yang menopang ekosistem hijau di Jombang dan sekitarnya. Kerusakan lingkungan di area ini tidak hanya mengancam kualitas tanah dan air, tetapi juga keseimbangan ekosistem lokal.
‘Nah, dengan menanam pohon buah yang dapat dikonsumsi burung-burung, kegiatan ini bertujuan untuk mendukung keberlangsungan hidup satwa liar, memperbaiki kualitas lingkungan dan ikut memberi kontribusi nyata dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan ajang mempererat hubungan antar-komunitas yang peduli terhadap lingkungan. Harapannya, dari kegiatan tersebut bisa memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan adalah untuk meningkatkan kepedulian masyarakat.
“Khususnya generasi muda. Sehingga mereka peduli terhadap kelestarian lingkungan. Kegiatan ni juga untuk mendukung keseimbangan ekosistem lokal dengan menyediakan sumber makanan bagi satwa liar,” urainya.
Berapa peserta kegiatan itu? Vika mengatakan kegiatan ini berlangsung selama dua hari satu malam ini melibatkan kurang lebih 50 peserta, terdiri dari anggota Komunitas Bushcraft Plat-S, komunitas pecinta/peduli lingkungan, aktifis lingkungan dan masyarakat umum yang peduli terhadap lingkungan.
Selama kegiatan, peserta tidak hanya menanam pohon, tetapi juga mendapatkan edukasi tentang pentingnya penghijauan serta berbagi pengalaman untuk memperkuat rasa kebersamaan. “Kegiatan “Tanam Harapan, Rawat Bumi” bukan hanya sebuah aksi menanam pohon, melainkan juga sebuah gerakan kolektif untuk membangun kesadaran akan pentingnya merawat bumi,” sambungnya.
“Dengan semangat kebersamaan, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan serta menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus peduli terhadap bumi, bersama-sama merawat bumi demi generasi mendatang,” pungkas Vika. [suf]






