Surabaya (beritajatim.com) – Kecelakaan kereta api terjadi di Perlintasan Rel KA Jl. Tambak Mayor Kel. Asemrowo Kec. Asemrowo Surabaya, Jumat (27/12/2024) petang. Dalam kecelakaan itu, 2 warga Surabaya meninggal dunia dan 1 orang mengalami luka.
Kompol Rahardian B. Trisna mengatakan kereta api yang mengalami kecelakaan adalah jenis komuter Argonegoro jurusan Bojonegoro-Surabaya. Dua warga yang meninggal dunia itu berinisial AA (43) warga Lidah Kulon dan AW warga Tambak Pring.
“Sedangkan yang luka-luka adalah Mudjiman warga Asem Bagus,” kata Rahardian, Jumat (27/12/2024).
Dari keterangan saksi, saat itu di perlintasan kereta api Tambak Mayor kondisi arus lalu lintas sedang padat. Sehingga, pintu palang kereta api tidak bisa menutup sempurna. Sedangkan yang ada 3 kendaraan yang terjebak di perlintasan. Yakni tosa yang dikendarai oleh AW, sepeda motor Yamaha yang dikendarai AA dan Honda Supra yang dikendarai oleh Mujiman.
“Sehingga palang pintu tidak dapat tertutup sempurna akibat ada mobil box dan 3 kendaraan lainnya,” tutur Rahardian.
Di detik-detik terakhir, mobil box berhasil melintas palang pintu kereta api. Sementara 3 kendaraan lainnya tidak berhasil menghindar. Akibatnya tubuh AW terseret kereta api hingga 200 meter. Tubuhnya pun terbelah menjadi 2 dan tercecer di sepanjang perlintasan. Sedangankan AA tubuhnya terseret hingga 1 kilometer.
“Korban Mujiman sempat kabur dan hanya mengalami luka lebam,” terangnya.
Kejadian ini lantas ditangani oleh Unit Laka Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Untuk kedua korban dibawa ke RSUD dr. Soetomo dan barang bukti diamankan di kantor kepolisian terdekat. (ang/but)






