Madiun (beritajatim com) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun telah mempersiapkan 60.552 tempat duduk untuk perjalanan kereta api jarak jauh di masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025
Hingga 19 Desember 2024, tercatat 51.483 tiket telah terjual untuk keberangkatan mulai 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025. Angka ini mencerminkan tingginya antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI.
Daop 7 Madiun mengoperasikan 4 perjalanan kereta api reguler dan 1 kereta tambahan, yaitu KA Brantas Tambahan yang melayani rute Blitar–Pasar Senen pulang-pergi (PP).
Tingkat Keterisian Kereta Api di Daop 7 Madiun
Berikut tingkat keterisian tempat duduk kereta jarak jauh hingga 19 Desember 2024:
1. KA Singasari (Blitar–Pasar Senen): 61%
2. KA Brantas (Blitar–Pasar Senen): 54%
3. KA Brantas Tambahan (Blitar–Pasar Senen): 40%
4. KA Bangunkarta (Jombang–Pasar Senen): 84%
5. KA Kahuripan (Blitar–Kiaracondong): 151%
KA Kahuripan menjadi favorit masyarakat untuk perjalanan dari Daop 7 menuju Bandung, dengan tingkat okupansi yang melampaui kapasitas, yaitu 151%.
Stasiun dengan Penjualan Tiket Terbanyak
Berikut adalah lima stasiun dengan penjualan tiket tertinggi di Daop 7 Madiun hingga 19 Desember 2024:
1. Stasiun Madiun: 11.187 tiket
2. Stasiun Kediri: 9.211 tiket
3. Stasiun Blitar: 6.518 tiket
4. Stasiun Jombang: 5.216 tiket
5. Stasiun Tulungagung: 4.768 tiket
Pada hari pertama masa angkutan Nataru, yaitu 19 Desember 2024, tercatat 3.644 penumpang telah memiliki tiket untuk perjalanan kereta api jarak jauh. Puncak perjalanan diperkirakan terjadi pada 22 Desember 2024, sementara volume tertinggi penumpang akan terjadi pada 29 Desember 2024.
Imbauan dari KAI Daop 7 Madiun
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Kuswardojo, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI. Ia mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik.
“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI selama masa Nataru ini. Kami mengimbau penumpang agar memilih jadwal perjalanan dengan teliti dan memperhitungkan waktu dengan baik untuk menghindari keterlambatan menuju stasiun,” ujar Kuswardojo. [fiq/aje]






