Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang bocah tenggelam di Avour Watudakon di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Diduga korban yang terpeleset dan tak bisa berenang ini ditemukan sudah tak bernyawa 1 km dari lokasi pertama korban dilaporkan tenggelam.
Korban berinisial MIK (11) merupakan pelajar asal Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Sekitar pukul 12.00 WIB, korban yang merupakan pelajar kelas V Sekolah Dasar (SD) ini bermain bersama teman-temannya di Avour Watudakon Desa Tempuran.
Sekira 1/2 jam kemudian korban dilaporkan ke Perangkat Desa setempat tenggelam di Avour Watudakon. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto bersama TNI/Polri, Potensi Relawan ke lokasi kejadian guna mencari keberadaan korban.
“Setelah dilakukan pencarian oleh petugas bersama Potensi Relawan, korban akhirnya ditemukan sekira pukul 13.30 WIB,” Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim.
Sementara itu, Kapolsek Sooko, AKP Suwarno menjelaskan, sekira pukul 12.00 WIB, korban bersama dua temannya berenang di Avour Watudakon Desa Tempuran. “Saat korban berpegangan batu, namun korban terpeleset dan hanyut terbawa arus karena tidak dapat berenang,” jelasnya.
Tim gabungan bersama warga sekitar mencari korban di sepanjang Avour Watudakon Desa Tempuran. Sekira pukul 13.30 WIB, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar 1 KM dari lokasi korban dilaporkan tenggelam. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasaan di tubuh korban.
“Saat ditemukan korban diperiksa oleh anggota Tim Inafis Polres Mojokerto dan Puskesmas Sooko, tidak terdapat indikasi kekerasan atau bekas luka di tubuh korban. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” tegasnya. [tin/beq]






