Jember (beritajatim.com) – Puluhan warga marah dan membakar ban di beberapa titik, antara lain di simpang tiga Desa Kasiyan Kecamatan Puger, dan depan Kantor Balai Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (3/12/2024). Mereka memprotes kerusakan jalan milik Provinsi Jawa Timur yang diakibatkan truk berlebihan muatan.
Sebagian truk yang melebihi muatan itu mengangkut semen PT Imasco dan melintasi jalan Kecamatan Puger, Balung, dan Rambipuji. Sebelumnya truk-truk ini melewati jalan di Kecamatan Puger, Gumukmas, Kencong menuju Lumajang. Namun karena ada perbaikan jembatan, rute jalan beralih.
Jalan provinsi yang dilalui truk-truk itu memiliki kapasitas beban maksimal 8-10 ton. Warga memperkirakan truk-truk tersebut mengangkut hingga puluhan ton. Kerusakan sudah terjadi selama satu bulan terakhir. Terparah sepekan terakhir, saat hujan mengguyur.
Aksi blokades jalan ini dilakukan di Desa Kasiyan, Kecamatan Puger, depan Balai Desa Curahmalang, dan simpang tiga Kaliputih, Kecamatan Rambipuji. Aksi ini membuat truk tronton tidak bisa melintas. Hanya mobil dan truk kecil yang bisa lewat.
Sementara itu di Puger, Kapolsek Puger AKP Fatur mengatakan, warga pergi usai membakar ban. Polisi pun segera memadamkannya. “Situasi terkendali,” katanya.
Alfan, warga Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuj, mengatakan, warga resah sejak truk pengangkut semen melewati desa tersebut. Truk-truk tersebut, sebagian adalah tronton, lewat sejak pagi hingga malam. “Bahkan di sini tembok rumah-rumah di belakang getar,” katanya.
Selain itu, truk-truk dengan muatan yang melebihi kapasitas tersebut membuat jalan rusak. “Paling lama jalan bertahan lima hari. Hari ini diperbaiki, besok hancur,” katanya.
Gara-gara kerusakan jalan ini, beberapa kali terjadi kecelakaan. “Kami berharap jalan segera diperbaiki biar tidak ada korban. Kecelakaan jatuh sudah tak terhitung. Kami tak punya kepentingan apapun. Kami mengeluh, karena masyarakat kan membayar pajak juga,” kata Alfan.
Sementara itu, berdasarkan hasil pengamatan Komisi C, rata-rata truk-truk yang lewat mengangkut lebih dari 40 ton material. “Paling sering truk PT Imasco,” kata Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo.
“Padahal ini jalan kelas III yang maksimal hanya boleh dilewati angkutan seberat delapan ton. Ini jadi pekerjaan rumah kita. Terus-menerus diperbaiki, hasilnya tetap seperti ini (rusak). Apalagi ini musim hujan. Jalan ini adalah jalan poros,” kata Ardi.
Komisi C meminta agar PT Imasco taat aturan. “Barang yang keluar tidak boleh melebihi kapasitas,” kata Ardi.
Komisi C akan melakukan sidak ke PT Imasco untuk melihat sendiri proses pengepakan dan pengangkutan barang di sana. “Kami akan lihat timbang tonasenya benar atau tidak. Karena ini meresahkan warga. Curah hujan tinggi. Perbaikan menggunakan aspal cool mix yang tentunya di musim hujan langsung habis. Tiga hari diperbaiki, rusak kembali,” kata Ardi.
Selain itu, Komisi C berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Jember untuk mengusulkan perbaikan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Sugiyanto, juru bicara PT Imasco, belum merespons permintaan konfirmasi via WhatsApp dari Beritajatim.com. [wir]






