Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, tetap tenang menghadapi absennya dua pemain mudanya, Mikael Tata dan Alfan Suaib, yang dipanggil bergabung dengan training camp Timnas Indonesia U-22 di Bali pada akhir November 2024.
Pelatih asal Irlandia Utara ini sudah menyiapkan langkah antisipasi dengan strategi yang matang untuk mengatasi kekosongan yang ditinggalkan kedua pemain tersebut.
Paul Munster menunjukkan kepercayaan diri dalam menghadapi situasi ini. “Saya sudah siap dengan strategi. Saya selalu punya rencana B, rencana C,” tegas Munster.
Ia mengaku telah memprediksi pemanggilan kedua pemain muda potensial ini oleh Shin Tae-yong untuk persiapan ASEAN Championship 2024. Sebelum keberangkatan mereka ke Bali, Munster telah mempersiapkan berbagai opsi untuk menjaga keseimbangan tim.
“Saya tahu AFF akan datang dan pemain potensial seperti Mikael dan Alfan kemungkinan besar akan dipanggil. Tapi kami punya pemain untuk melapisi,” ujar mantan pelatih Bhayangkara FC tersebut.
Untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Mikael Tata, Munster menyebut Ardi Idrus dan Arif Catur sebagai opsi utama. Ia juga menyoroti kemampuan serba bisa Riswan Lauhin yang dapat menjadi alternatif di lini belakang.
Sementara itu, untuk posisi yang biasanya ditempati Alfan Suaib, Munster mengandalkan Malik Risaldi dan Kasim Botan. Kedua pemain ini memiliki pengalaman dan kualitas yang diyakini mampu menjaga performa tim di berbagai laga.
Dengan kedalaman skuad yang dimiliki, Munster optimistis Persebaya dapat terus bersaing di Liga 1 meskipun beberapa pemainnya absen karena tugas negara. Dukungan penuh dari suporter Bajul Ijo akan menjadi kekuatan tambahan bagi tim untuk menghadapi tantangan ini.
Persiapan matang dan fleksibilitas strategi yang diterapkan Munster menunjukkan profesionalismenya sebagai pelatih, memastikan Persebaya tetap kompetitif di tengah absennya pemain kunci. [way/ian]






