Mojokerto (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto berharap angka partisipasi masyarakat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 meningkat dari Pemilu 2024 lalu. Lembaga penyelenggara Pemilu ini menyebut peran media penting dalam mengedukasi masyarakat, khususnya pemilih pemula.
“H-7, DPTb masuk sebanyak 511 pemilih dan keluar 432 pemilih,” ungkap Divisi Data dan Informasi, KPU Kota Mojokerto, Muhammad Okky saat Media Gathering Sinergi Jurnalis dan KPU dalam Rangka Sosialisasi Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto Tahun 2024, Jumat (22/11/2024).
Pemilih masuk ke Kota Mojokerto diantaranya dari kalangan pekerja, pendidikan dan masyarakat biasa. Sementara Tempat Pemungutan Suara (TPS) potensial dimulai pada saat petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlik), pemilih bergeser dan tetap saat pemungutan suara.
“Sehingga TPS di Kota Mojokerto ada sebanyak 192 TPS reguler dan 2 TPS lokasi khusus. TPS lokasi khusus ini, saat Pemilu 14 Februari lalu ada 4 TPS namun saat ini ada 2 TPS. Karena pada Pemilu lalu, 1 TPS paling banyak 300 DPT dan saat ini diperbanyak maksimal 600 pemilih dalam 1 TPS,” katanya.
Pada, Minggu (24/11/2024), Okky menjelaskan, dilakukan uji coba kedua melakukan instruksi dari KPU RI aplikasi Sirekap akan dilakukan secara nasional dalam kurun satu jam, mulai pukul 15.00 WIB-16.00 WIB. Ini merupakan uji coba kedua yang sebelumnya dilakukan pada tanggal 21 November 2024.
“Kota Mojokerto melebihi target 100 persen karena ada 1 TPS yang salah profil pada aplikasinya. Pada saat salah, setelah uji coba petugas berangkat kerja tidak bisa uploud sehingga uploud pagi. Hari ini, PPK melakukan rekapitulasi di tingkat kecamatan dan besok tanggal 24 di uji coba kedua, apa ada kendala sistem atau apa,” ujarnya.
Masih kata Okky, hal tersebut sebagai bahan evaluasi sehingga pada tanggal 27 November 2024 daftar inventalisir masalah sudah terakomodir semua. Di tanggal 25 November 2024, KPU Kota Mojokerto akan melakukan sosialisasi Sirekap kepada stockholder, peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.
“Sirekap membangun merekap secara digital. Kami berharap semoga apa yang kami kerjakan semua ini bisa menjadi lahan ibadah untuk kita semua, pada saat rekan-rekan media meliput itu bagian dari syiar-syiar ibadah. Angka, tahapan bisa tersampaikan ke masyarakat semua,” urainya.
Partisipasi masyarakat pada Pemilu 14 Februari 2024 lalu, Kota Mojokerto sebanyak 87,25 persen. Berangkat 87,25 persen angka partisipasi tersebut, angka partisipasi pada Pilkada Serentak 2024 di Kota Mojokerto diharapkan lebih banyak karena DPT lebih banyak dari 2018, semua elemen mengetahui tahapan Pilkada.
“Surat penetapan 27 November 2024 menjadi tanggal merah juga sudah keluar. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemitraan dengan media dalam menyukseskan tahapan Pilkada. Kami berharap, sinergi ini mampu memaksimalkan sosialisasi tahapan Pilkada hingga ke seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.
Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Sumber Daya Manusia, KPU Kota Mojokerto, Yahya Syahrul Wahyudin mengapresiasi peran media dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pilkada sebelumnya. “Kami optimistis dengan kerja sama ini angka partisipasi dapat terus meningkat,” harapnya.
Menurutnya, peran media penting dalam mengedukasi masyarakat, khususnya pemilih pemula. Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, KPU Kota Mojokerto berharap penyelenggaraan Pilkada 2024 dapat berjalan lancar dan demokratis, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menentukan pemimpin daerah.
Sementara itu, Devisi Teknis, KPU kota Mojokerto, Ulil Abshor juga mengajak media untuk menyukseskan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur dan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto tahun 2024. Saat penghitungan sesuai PKPU Nomor 17 dan 18, KPU Kota Mojokerto tidak melakukan Quick Count.
“Tapi melakukan penghitungan Real Count. Kami tidak melarang lembaga manapun melakukan Quick Count, asal tidak menggangu jalannya penghitungan yang dilakukan oleh PPS. Untuk menekan tingkat kekeliruan penghitungan suara di TPS, KPU sudah membekali para KPPS dan PPS dengan bintek berulang kali di tingkat kecamatan,” ujarnya.
Bahkan, lanjut mantan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mojokerto ini, KPU Kota Mojokerto sudah tiga kali menggelar simulasi penghitungan suara. Agar pelaksanaan Pilkada Kota Mojokerto sukses, usai kampanye di masa tenang, KPU Kota Mojokerto akan menggelar Doa Bersama di GOR Kota Mojokerto pada tanggal 25 November 2024. [tin/beq]






