Surabaya (beritajatim.com) – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur sukses menggelar Seminar Nasional bertema “Outlook Ekonomi Indonesia 2025: Hilirisasi dan Digitalisasi Ekonomi di Jawa Timur”.
Acara yang berlangsung di Whiz Luxe Hotel Spazio Surabaya ini menghadirkan sejumlah pembicara ahli, salah satunya Suwarjono, Editor in Chief Suara.com, yang membahas tantangan media lokal di tengah pesatnya digitalisasi.
Tantangan Media Lokal di Tengah Perubahan Teknologi
Dalam sesi bertema “Keberlangsungan Bisnis Media Lokal dan Segmentasi Khusus”, Suwarjono memaparkan bahwa media lokal saat ini menghadapi berbagai tantangan besar.
“Media lokal sedang berada dalam situasi yang sulit. Perubahan teknologi dan perilaku audiens sangat memengaruhi keberlangsungan bisnis mereka,” ungkap Suwarjono.
Ia menyoroti transformasi besar dalam dunia media, seperti meningkatnya dominasi konten berbasis video, perubahan model bisnis periklanan, serta banyaknya media lokal yang kesulitan menemukan model bisnis yang stabil.
Suwarjono juga menggarisbawahi bahwa audiens masa kini cenderung lebih dinamis, sehingga media dituntut untuk mampu beradaptasi dengan cepat. Jika tidak, keberlangsungan bisnis mereka akan semakin terancam.
Media Lokal dan Perubahan Peran di Era Baru
Dalam seminar tersebut, Suwarjono sempat berdialog dengan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) RI, Nezar Patria, yang turut hadir. Ia menyinggung pernyataan Nezar tentang pergeseran peran media dalam pemerintahan baru.
“Menurut Pak Wamen, Presiden Prabowo tidak lagi mengandalkan media sebagai saluran utama. Beliau lebih banyak berinteraksi langsung dengan berbagai pihak,” ujar Suwarjono.
Hal ini, menurutnya, menambah tantangan bagi media lokal. Pemerintah kini tidak lagi menjadikan media sebagai ujung tombak distribusi informasi, sehingga media harus mencari cara lain untuk tetap relevan.
Strategi Bertahan: Inovasi dan Adaptasi
Untuk menghadapi tantangan ini, Suwarjono memperkenalkan konsep 5K 1T sebagai panduan inovasi bagi media lokal:
1 Konten: Fokus pada kualitas dan relevansi.
2.Kreativitas: Sajikan konsep unik yang menarik perhatian audiens.
3.Konektivitas: Bangun hubungan erat dengan pembaca.
4. Kolaborasi: Kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan.
5. Komunitas: Kembangkan audiens loyal melalui pendekatan berbasis komunitas.
6.Teknologi: Optimalkan platform digital seperti Facebook, Instagram, dan YouTube untuk menjangkau lebih banyak pengguna.
“Media harus responsif terhadap perubahan teknologi dan preferensi audiens. Kolaborasi, inovasi, dan kualitas konten adalah kunci keberhasilan di masa depan,” tambahnya.
Tren Media ke Depan: Konten Spesifik dan Video Berkualitas
Suwarjono juga memprediksi sejumlah tren yang akan mendominasi industri media di masa depan:
Konten berbasis komunitas lokal: Informasi yang spesifik dan relevan akan lebih diminati.
Produksi video berkualitas: Video menjadi media utama untuk menjangkau audiens modern.
Fokus pada segmen khusus: Membentuk ekosistem pembaca yang loyal dan berkualitas akan menjadi strategi penting.
Ia menegaskan, media lokal harus segera mengadopsi strategi ini untuk tetap bertahan di tengah perubahan.
Seminar AMSI Jatim 2024 menjadi wadah penting bagi media lokal untuk memahami tantangan dan peluang di era digitalisasi. Dengan inovasi seperti 5K 1T dan fokus pada kebutuhan audiens, media lokal diharapkan dapat tetap relevan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat. (ted)
Acara ini disponsorori oleh:
1. PT. Freeport Indonesia
2. PT. Merdeka Coppper Gold Tbk
2. PT. Bumi Suksesindo
3. Eiger Adventure
4. PT. Petrokimia Gresik
5. Djarum Foundation
6. SKK Migas
7. Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore
8. Pertamina Hulu Energi Tuban East Java
8. Pertamina EP Sukowati
9. Pertamina EP Field Cepu
10. Pertamina EP Poleng
11. Husky Cnooc Madura Ltd
11. Whiz Luxe Hotel
12. Bank Jatim
13. Lautan Natural Krimerindo (LNK)






