Pasuruan (beritajatim.com) – Setelah terjadinya wabah virus PMK dan LSD di Kabupaten Pasuruan, bibit sapi perah sangat menurun. Hal ini kemudian menjadi perhatian Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Gaung Andaka mengatakan bahwa pihaknya akan mendorong adanya bibit sapi perah unggulan ini. Tentunya dengan asupan dana APBD yang nantinya juga akan turut digelontorkan pada sektor peternakan.
“Dengan APBD kita bisa menyediakan bibit unggulan dengan harga yang mirah. Mengingat sebelumnya virus PMK dan LSD ini sudah menyerang peternak sehingga banyak bibit yang juga mati,” jelas Gaung.
Gaung juga mengatakan bahwa saat ini UPTD Budidaya ternak yang terletak di wilayah Kecamatan Purwosari sudah dirombak. Dengan dirombaknya UPTD Ternak ini menjadi AATP, pihaknya juga ingin mrngaktifkan kembali fungsinya.
Pasalnya selama ini bibit ternak yang ada di UPTD Ternak selalu menjadi acuan bagi para peternak untuk membeli bibit. Namun setelah dibangunnya AATP, fungsi awal dari kawasan tersebut sudah mulai beralih.
Tak hanya itu, Gaung juga merencanakan agar para peternak di Kabupaten Pasuruan disubsidi dalam pembelian ternak. Hal ini juga tak luput dengan bantuan Pemkab untuk mendorong program mina mandiri.
“Sehingga dengan tumbuhnya program mina mandiri ini dengan mensubsidi pinjaman akan lebih mempermudah peternak. Pemkab juga nantinya juga akan mendapat tambahan PAD dari program mina mandiri ini,” jelasnya.
Diharap dengan adanya bantuan bibit dari Pemkab Pasuruan ini, nantinya ekosistem financial para peternak akan kembali pulih. (ada/kun)






