Magetan (beritajatim.com) – Para petani sayur di Lingkungan Duwet, Kelurahan/Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, kini tengah menghadapi tantangan berat. Selain masalah hama yang menyerang tanaman tomat, harga jual beberapa komoditas sayuran juga mengalami penurunan drastis.
Hama Kutu Kebul Menyerang Tanaman Tomat
Tanaman tomat menjadi salah satu yang paling terdampak oleh serangan hama kutu kebul. Serangga ini menyebabkan daun tomat menggulung, yang berpengaruh langsung pada pertumbuhan dan hasil panen.
Akibatnya, banyak tanaman tomat sulit berbuah, bahkan beberapa tanaman tidak menghasilkan buah sama sekali. Penurunan hasil panen bisa mencapai lebih dari 50 persen dari kondisi normal.
Suraji, seorang petani tomat, mengungkapkan bahwa ia sudah berusaha mengatasi hama ini dengan menggunakan pestisida dan fungisida.
“Rasanya kutu kebul sudah kebal terhadap pestisida. Tidak ada cara lain, karena kutu kebul ini sangat mempengaruhi hasil panen kami,” ujar Suraji, Rabu (13/11/2024)
Selain hama, kondisi cuaca ekstrem yang melanda Plaosan dalam beberapa minggu terakhir turut memperburuk pertumbuhan tanaman tomat.
Suraji menjelaskan bahwa biasanya ia dapat memanen hingga 5 kuintal setiap kali panen, namun kini hanya mampu menghasilkan sekitar 2,25 kuintal dari lahan seluas 750 meter persegi dengan 2.200 tanaman tomat.
Meskipun demikian, harga tomat di tingkat petani saat ini terbilang cukup tinggi, mencapai Rp10.000 per kilogram. Ini menjadi kabar baik bagi petani, mengingat sebelumnya harga tomat pernah anjlok hingga kisaran Rp750 – Rp900 per kilogram.
Penurunan Harga Daun Bawang dan Komoditas Lainnya
Selain loncang, harga komoditas lain seperti wortel dan kubis juga mengalami penurunan yang tajam. “Harga wortel dan kubis di tingkat petani sekarang hanya sekitar Rp1.000 per kilogram,” imbuhnya. [fiq/ted]







