Lamongan (beritajatim.com) – Kabupaten Lamongan tercatat memiliki tingkat produktivitas padi tertinggi di Jawa Timur pada 2024 ini. Ini merujuk pada data sementara Badan Pusat Statistik (BPS).
Berdasarkan data pada laman resmi BPS yang diperbarui 7 November 2024, Kabupaten Lamongan mencatatkan produksi Gabah Kering Giling (GKG) sebesar 776,95 ribu ton. Disusul Kabupaten Ngawi 762, 29 ribu ton dan Kabupaten Bojonegoro 701,15 ribu ton.
Kondisi ini sebanding dengan produksi beras Kabupaten Lamongan yang juga tertinggi di Jawa Timur, dengan kapasitas mencapai 448,63 ribu ton. Di urutan kedua ada Kabupaten Ngawi yang mencatatkan produksi beras 440,16 ribu ton dan Kabupaten Bojonegoro 404,86 ribu ton.
Sedangkan jika dilihat dari luas panennya, Lamongan mencatatkan luas panen sementara 130,89 ribu hektare. Sementara Ngawi 121,92 ribu hektare dan Bojonegoro 130,59 ribu hektare.
Meski mencatatkan produksi tertinggi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)Lamongan memberikan dorongan kepada petani padi, agar melakukan penanaman padi lebih awal.
Kepala DKPP Lamongan, Mohammad Wahyudi, mengatakan bahwa hal tersebut bertujuan agar produktivitas padi meningkat.
“Penanaman lebih awal akan menjadikan panen lebih awal pula. Sehingga nanti bisa dilakukan penanaman ulang di musim berikutnya. Terlebih di musim penghujan saat ini akan bisa meningkatkan produktivitas padi, karena kebutuhan air tercukupi,” kata Wahyudi.
Wahyudi melanjutkan, musim tanam padi periode 2024-2025 di Kota Soto sudah dimulai sejak Oktober. Para petani didampingi oleh Badan Penyuluh Pertanian (BPP) menyiapkan sasaran tanam berdasarkan capaian tahun sebelumnya, kondisi iklim, benih padi, pupuk, dan lainnya.
“Tentu DKPP terus mendampingi proses menyiapkan penanaman mulai dari sasaran tanam hingga benihnya. Melalui pertemuan di tingkat kelompok tani, bahkan sampai tingkat kecamatan dan kabupaten,” tuturnya.
Wahyudi menyampaikan, sasaran tanam padi di Kabupaten Lamongan musim tanam 2024-2025 diproyeksikan mencapai luas lahan 154.815 hektare.
Sasaran penanaman padi diawali pada wilayah sawah irigasi, karena masih terdapat persediaan air. Wilayah sawah irigasi diantaranya ada di daerah Kecamatan Laren dan Kecamatan Maduran.
“Sedangkan sawah yang basisnya tadah hujan, seperti di daerah selatan, itu akan melakukan penanaman normal. Yang intensitas tertinggi penanam ada di November dan Desember (berdasarkan iklim dan sasaran tanam yang ditetapkan),” ucap Wahyudi. [fak/beq]






