Sampang (beritajatim.com) – Selama hampir 11 bulan di tahun 2024 terhitung sejak Januari hingga jelang pertengahan November tercatat sebanyak 237 warga Kabupaten Sampang, memilih bekerja ke luar negeri. Bersyukur ratusan Warga Sampang ini memilih bekerja di luar negeri melalui jalur resmi atau legal. Mengapa demikian?
Kepala Bidang (Kabid) Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnaker setempat Uriantono Triwibowo, menjelaskan berdasarkan data, ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tersebut rata-rata bekerja sebagai pelayan, tenaga kebersihan, sopir hingga tukang kebun.
“237 itu meliputi pria dan wanita dan mereka bekerja di negara Arab Saudi, Malaysia dan Tiongkok,” terangnya, Senin (11/11/2024).
Ditanya alasan memilih bekerja di luar negeri. Uriantono Triwibowo mengatakan keputusan tersebut diambil karena di Sampang daerahnya minim lapangan pekerjaan.
Masalah lain imbuhnya, lahan pertanian yang kurang produktif serta tidak ada perusahaan yang mempekerjakan karyawan untuk kala besar.
“Minimnya lapangan pekerjaan dan kondisi wilayah yang kurang produktif membuat sebagian warga itu memilih merantau hingga menjadi TKI,” imbuhnya.
Ia juga menambahkan, warga Sampang yang menjadi TKI ini mayoritas berasal dari kawasan tengah dan Pantura seperti dari Kecamatan Ketapang, Banyuates, Sokobanah dan Robatal.
“Mayoritas dari utara dan tengah wilayah Kabupaten Sampang,” pungkasnya.[sar/aje]






