Sumenep (beritajatim.com) – Komunitas Pegiat Lingkungan Kabupaten Sumenep, Asa Sociopreneur bersama LazisMu Sumenep menggelar ‘workshop’ sekolah alam yang difasilitasi Lazismu Pusat melalui program Lazismu ‘Climate Change’ dan pilar lingkungan ‘Sayangi Daratmu’.
Dalam workshop tersebut, sekolah alam fokus membahas Eco Enzyme dan Eco Brick atau pengelolaan sampah, biopori, dan komposter.
“Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan tim sekolah alam untuk mengenalkan Eco-enzyme dan Eco-brick kepada siswa-siswi di Sumenep,” kata salah satu pegiat lingkungan, Daniek Andaningsih saat mengisi workshop tersebut, Selasa (05/11/2024).
Workshop tersebut diikuti perwakilan siswa enam sekolah, yakni SMK Al Karimiyyah, MAN Sumenep, SMA Muhammadiyah 1, SMAN 1 Gapura, SMAN 3 Sumenep, dan SMK Nurus Shobah.
“Eco-enzyme dan Eco-brick merupakan salah satu solusi untuk mengurangi sampah organik dan sampah plastik. Ini penting untuk disampaikan, supaya para siswa setelah mengenal Eco-enzyme dan Eco-brick bisa menumbuhkan kebiasaan positif dan mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat sampah,” terangnya.
Sementara Perwakilan LazisMu Sumenep sekaligus master of training workshop tersebut, Moh. Ridho Ilahi Robbi menyampaikan, ada gaya pembelajaran baru yang diterapkan oleh tim sekolah alam.
Siswa setelah mendapatkan materi, akan diajak bergabung dalam ‘game-game’ seru yang berkenaan dengan sampah.
“Tujuan game yang kami lakukan ini adalah mengubah perspektif atau pandangan siswa-siswi, bahwa sampah itu sebenarnya bisa bernilai,” ungkapnya.
Tidak hanya permainan-permainan atau game yang digagas tim sekolah alam. Acara tersebut juga diisi dengan Focus Grup Discussion (FGD).
“Sesi FGD merupakan hal penting dalam workshop, karena disini para siswa juga diminta untuk membuat kerangka berfikir di sebuah kertas, lalu dipresentasikan di depan peserta lainnya. Harapannya tentu saja para siswa mampu menyerap dengan baik, materi yang disampaikan pemateri,” paparnya. (tem/ted)






